JABAR EKSPRES – Menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pemerintah menyiapkan berbagai langkah strategis guna mendongkrak konsumsi masyarakat dan mendukung pemulihan sektor pariwisata serta transportasi.
Salah satunya adalah dengan kembali memberikan insentif berupa diskon pajak pertambahan nilai (PPN) untuk tiket pesawat dan jasa transportasi lainnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa diskon tersebut diberikan melalui skema PPN ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebagai bagian dari paket kebijakan ekonomi 2025.
Baca Juga:Harga Cabai di Jateng Masih Terkendali, Ahmad Luthfi Apresiasi Para PetaniFiorenza Calesta Cetak Double-Double, Antar GPS ke Final DBL Bandung 2025!
“Dipersiapkan PPN ditanggung pemerintah untuk tiket pesawat, dan juga jasa transportasi di hari tertentu, waktu tertentu seperti yang lalu, kita berikan 50 persen,” ujar Airlangga dikutip dari ANTARA, Selasa (23/9).
Kebijakan ini lahir atas usulan dari Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perhubungan, yang menilai perlunya dorongan tambahan untuk meningkatkan pergerakan wisatawan domestik di masa libur panjang.
Langkah ini pun pernah dilakukan pemerintah pada periode libur sekolah pertengahan tahun 2025 lalu, pemerintah juga memberikan stimulus berupa diskon tiket pesawat yang berlaku sejak 5 Juni hingga 31 Juli 2025 dengan skema PPN DTP sebesar 6 persen.
Kebijakan tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 36 Tahun 2025 yang terbit pada 4 Juni 2025.
Selain insentif transportasi, Menko Airlangga juga mengatakan bahwa pemerintah bersama pelaku usaha juga kembali menggelar Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 10-16 Desember 2025.
Target transaksi Harbolnas 2025 dipatok Rp35 triliun. Target tersebut meningkat 12,2 persen disbanding capaian Harbolnas 2024 yang mencatat transaksi Rp31,2 triliun.
Sementara pemerintah sendiri akan meluncurkan paket ekonomi yang dinamakan 8+4+5 sebagai strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, memperluas penyerapan tenaga kerja, serta memperkuat iklim investasi di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga:Arkanairo Reizo Cetak Double-Double, Bawa Sembilan Tembus Final DBL Bandung 2025!Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Mentan Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman
Paket tersebut terdiri dari atas delapan program akselerasi di 2025, empat program lanjutan di 2026, serta lima program untuk penyerapan tenaga kerja.
