Ngatiyana menekankan bahwa Cimahi tidak memiliki sumber daya alam yang bisa diandalkan. Karena itu, satu-satunya modal pembangunan daerah adalah sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Cimahi harus menggenjot SDM agar tidak tertinggal, dan dukungan Kementerian Pendidikan melalui fasilitas serta program digitalisasi sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut,” tegasnya.
Kehadiran IFP di sekolah-sekolah Cimahi dinilai sebagai jawaban atas tantangan pendidikan abad 21.
Baca Juga:Lawan Ancaman Digital, Pemkot Cimahi Bentuk CSIRT dan Terapkan Hal IniPemkot Cimahi Perkuat Pertahanan Siber Lewat 2 Hal Ini!
Teknologi ini memungkinkan interaksi lebih aktif di kelas, menghadirkan materi multimedia, serta memudahkan guru dalam menjelaskan konsep yang sulit dengan cara visual yang menarik.
Selain itu, kebijakan kementerian yang memberi ruang bagi guru untuk mengembangkan diri melalui MGMP juga dinilai krusial dalam mendorong profesionalisme tenaga pendidik.
“Dengan demikian, transformasi digital bukan sekadar soal perangkat, tetapi juga perubahan pola pikir dan peningkatan kompetensi pengajar,” bebernya.
Kunjungan Mendikdasmen ke Cimahi menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun pendidikan berkualitas. (Mong)
