The Papandayan Jazz Fest 2025: Satu Dekade Merajut Budaya dan Musik Jazz dalam “A Culture Resonance”

The Papandayan Jazz Fest 2025: Satu Dekade Merajut Budaya dan Musik Jazz dalam “A Culture Resonance”
The Papandayan Jazz Fest 2025: Satu Dekade Merajut Budaya dan Musik Jazz dalam “A Culture Resonance”
0 Komentar

Festival ini akan menampilkan deretan musisi ternama dari dalam dan luar negeri. Penampilan memikat dari Afgan, HIVI!, Reality Club, Iwa K, dan Ziva Magnolya akan berpadu dengan aksi panggung para maestro jazz seperti Barry Likumahuwa & The Rhythm Service feat. Trie Utami, Bandung Jazz Orchestra, Dwiki Dharmawan feat. Rimar Callista, dan The Sister yang beranggotakan Dewi Lestari, Arina, dan Imelda Rosalin. Selain itu, musisi internasional seperti Kinematics dari Jepang akan menambah warna global dalam perayaan satu dekade TPJF.

Tak hanya konser musik, TPJF 2025 juga menghadirkan berbagai program unggulan seperti Tribute to Legendary Musicians untuk mengenang sosok Utha Likumahuwa, serta TPJF Lifetime Achievement Award yang tahun ini akan diberikan kepada mendiang Harie Roesli, tokoh penting dalam perkembangan musik di Indonesia. Ada pula Beyond the Notes–Jazz Masterclass & Workshop untuk para musisi muda, serta Pasar Jazz.

Salah satu daya tarik utama TPJF 2025 adalah kehadiran Pasar Jazz, sebuah bazar kreatif yang menggabungkan musik, seni, dan kuliner dalam satu ruang interaktif.

Baca Juga:Bandung Photography Triennale 2025 Mengusung Tema Synthetic VisionBrand Skincare Lokal Bandung, R-SCINTI, Hadirkan Program Sosial Lewat Setiap Pembelian Produk  

Menghadirkan puluhan tenant pilihan, Pasar Jazz menjadi tempat bertemunya komunitas kreatif, pelaku UMKM, dan pengunjung festival untuk menikmati pengalaman berbeda di luar panggung utama.

Sementara itu, Event Director TP Jazz Management, Tyagita R Hermawan mengatakan, Pasar Jazz adalah ruang inklusif yang dihadirkan agar siapa pun bisa merasakan atmosfer The Papandayan Jazz Fest, meskipun tanpa memiliki tiket konser.

“Kami ingin menjadikan festival ini tidak hanya untuk penikmat musik jazz, tetapi juga bagi masyarakat luas yang ingin menikmati seni, kuliner, dan kreativitas Bandung.

Dengan akses gratis, Pasar Jazz diharapkan dapat menjadi titik temu komunitas, keluarga, dan wisatawan yang ingin merasakan energi festival dalam suasana yang santai dan terbuka,” ujar Tyagita.

Sebagai informasi, tiket TPJF 2025 ini dibagi dalam tiga kategori yaitu Silver Pass yang memberikan akses harian ke tujuh panggung, Gold Pass untuk akses ke delapan panggung termasuk Suagi Grand Ballroom, dan Platinum Pass yang memberikan akses penuh dua hari ke seluruh panggung. Harga tiket dimulai dari Rp250.000 untuk pembelian melalui www.tpjazzfest.com.

0 Komentar