KPP Genjot Ekosistem Perumahan, Perlebar Peluang Gen Z Akses Rumah

KPP Genjot Ekosistem Perumahan, Perlebar Peluang Gen Z Akses Rumah
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait sampaikan awal muka lahirnya KPP, saat berada di Unpar, Sabtu (20/9). (son/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kredit Program Perumahan (KPP) jadi kesempatan emas Generasi Muda atau Gen Z untuk bisa memiliki rumah. Khususnya mereka yang punya usaha atau pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Karena itulah, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait sengaja mampir ke Kampus Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Sabtu (20/9). Ia berdialog dengan sejumlah alumni kampus di Kota Bandung itu.

Khususnya yang menjadi pelaku UMKM. Termasuk yang tengah menapaki usaha toko bangunan, penyedia jasa konstruksi, hingga pengembang perumahan.

Baca Juga:Tiga Tahun Berturut-Turut, Final DBL Jakarta 2025 Kembali Digelar di Indonesia Arena!Tak Hanya Jago di Azarine DBL Dance Competition 2025 , Alya Sabrina Putrya Juga Raih Prestasi Piano dan Olimpi

Program KPP memang inovasi baru dari Kementerian PKP. Tujuan untuk mendongkrak penyediaan rumah bagi masyarakat. Termasuk menggenjot ekosistem bisnis yang terlibat dalam pengembangan perumahan.

Menurut Permen PKP No 13 tahun 2025, ada dua kelompok pelaku usaha yang bisa menjadi sasaran program itu. Pertama adalah kelompok penyedia rumah. Seperti pengembang, usaha konstruksi hingga toko bangunan.

Plafon pinjaman untuk kelompok itu adalah di atas Rp500 juta hingga Rp5 miliar. Dan dengan total akumulasi pencairan hingga Rp20 miliar.

Kelompok berikutnya adalah pihak permintaan perumahan. Itu untuk individu atau pelaku UMKM. Plafon pinjaman di atas Rp10 juta hingga Rp500 juta. Hal itu bisa untuk keperluan pembelian rumah, pembangunan rumah, atau renovasi rumah.

Putar Ekosistem Bisnis Perumahan

Maruarar Sirait menjelaskan, program itu lahir dari dialog ringan bersama Presiden Prabowo dan beberapa menteri dan menko beberapa waktu lalu. “Saat itu sedang dialog informal, di Singapura,” katanya.

Pria yang akrab disapa Ara itu melanjutkan, program di bidang perumahan ini juga punya semangat untuk menggerakkan roda ekonomi. Khususnya ekosistem yang terkait bisnis perumahan.

Pertama dari hadirnya program KPP ini tentu akan mendongkrak penjualan rumah. Karena akses kredit dibuka lebar.

Baca Juga:Singkirkan Juara Bertahan, Michelle Gabriela Jadi Penentu Kemenangan Penabur Bandung di DBL Bandung 2025Dukung Kebijakan Penarikan Rp200 Triliun, Gubernur BI: Memperkuat Injeksi Likuiditas

Kemudian pelaku usaha terkait seperti pengembang, konstruksi hingga toko bangunan juga ketiban berkah. Mereka dapat akses kredit untuk tambahan modal usaha. Selain juga usaha akan bergerak karena permintaan rumah akan meningkat.

“Toko bangunan ngirim material pasti memberdayakan supir dan kenek. Dan produk-produk industri semen, batu, keramik, ada kaca akan ada permintaan,” sambungnya.

0 Komentar