Tren Foto Polaroid Gemini AI yang Viral Bikin Artis Mulai Resah

Tren Foto Polaroid Gemini AI yang Viral Bikin Artis Mulai Resah
Tren Foto Polaroid Gemini AI yang Viral Bikin Artis Mulai Resah
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Belakangan, media sosial diramaikan dengan tren foto polaroid buatan Gemini AI yang menampilkan potret ala kamera lawas.

Tampilan retro yang estetik membuatnya cepat populer, namun di balik itu muncul kontroversi besar.

Pasalnya, hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) tersebut kerap menampilkan pose-pose intim seperti pelukan hingga ciuman, seolah-olah itu adalah foto pribadi seseorang.

Baca Juga:iOS 26 Resmi Rilis Global, Berikut Daftar iPhone yang Kebagian Update, Cara Instal, dan Fitur BarunyaHonda Winner R 2025 Resmi Meluncur, Ini Tampangnya

Tak sedikit figur publik yang keberatan karena wajah mereka dijadikan objek editan tanpa izin.

Beberapa punggawa Timnas Indonesia angkat suara soal tren ini. Bek Garuda, Rizki Ridho Ramadhani, mengaku terganggu melihat fotonya diedit dalam posisi mesra dengan perempuan yang tidak dikenalnya.

“Teman-teman tolong lebih sopan lagi ya, tidak perlu edit seperti ini,” tulis Rizki lewat akun media sosialnya.

Nada serupa disampaikan Justin Hubner. Pemain naturalisasi ini menegaskan warganet sebaiknya berhenti membuat editan yang bisa memicu gosip tidak benar.

“Teman-teman, bisakah kita berhenti membuat editan seperti ini mencium gadis lain?” ungkapnya.

Justin sendiri diketahui memiliki pasangan bernama Jane, sehingga editan semacam itu dinilai merugikan kehidupan pribadinya.

Artis Ikut Bereaksi Terkait Foto Polaroid Gemini AI

Bukan hanya pesepak bola, musisi Baskara Putra alias Hindia juga menyuarakan ketidaksetujuannya.

Baca Juga:Dana PIP Gelombang 1 September 2025 Segera Cair, Cek Daftar Siswa Penerima DisiniLink dan Cara Cetak Kartu Login Survei Lingkungan Belajar 2025 untuk Guru PAUD hingga SMA/SMK

Ia menegaskan tak segan memblokir siapa saja yang nekat mengedit fotonya dengan gaya polaroid AI.

“Yang edit foto gue pake AI = block,” tulis Hindia dengan tegas.

Awalnya, tren foto polaroid AI viral muncul karena daya tarik visualnya yang retro dan estetik, seolah diambil dengan kamera analog.

Namun, kemudahan teknologi justru membuka celah penyalahgunaan.

Pakar etika digital mengingatkan bahwa mengedit wajah orang lain dalam pose sensitif bisa dianggap melanggar privasi dan berpotensi menimbulkan fitnah.

Warganet pun diimbau lebih bijak menggunakan teknologi AI. Kreativitas seharusnya memberi inspirasi, bukan justru mencederai privasi orang lain.

0 Komentar