Setan Merah Terpuruk, Amorim Tetap Percaya Jalan Sendiri

Ruben Amorim Tak Gentar Meski MU Terus Terpuruk/Foto: Instagram/@manchesterunited
Ruben Amorim Tak Gentar Meski MU Terus Terpuruk/Foto: Instagram/@manchesterunited
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, menegaskan tidak akan mengubah filosofi bermainnya meski tekanan terhadap dirinya semakin besar usai kekalahan terbaru di Liga Inggris.

Pada laga bertajuk Derby Manchester yang digelar di Etihad Stadium, Minggu (14/9) malam WIB, Setan Merah tak berdaya dan takluk 0-3 dari sang rival sekota, Manchester City.

Hasil tersebut memperpanjang tren negatif yang dialami MU di bawah kepemimpinan Amorim, yang mulai menuai kritik dari berbagai kalangan.

Baca Juga:Speling Jangkau 436 Desa, Dokter Spesialis Diminta TurunHari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, Billy Martasandy Ajak Masyarakat Jadi Penjaga Harapan, Bukan Penghakim

Namun, pelatih asal Portugal itu memilih tetap berdiri tegak pada pendekatan taktik yang diyakininya sejak awal.

“Ketika saya ingin mengubah filosofi saya, saya akan berubah. Jika tidak, Anda harus mengubah orangnya,” ujar Amorim, dikutip dari Metro.

Ia menegaskan bahwa perubahan hanya akan dilakukan atas kehendaknya sendiri, bukan karena tekanan dari luar atau hasil pertandingan.

“Kita akan membicarakan ini setiap kali kami kalah. Saya tidak percaya pada sistem semata atau taktik tertentu. Saya percaya pada cara saya bermain,” lanjut Amorim.

Sejak mengambil alih kursi kepelatihan dari Erik ten Hag, Amorim memang membawa angin baru dengan menerapkan pendekatan yang berbeda.

Salah satu perubahan besar yang ia lakukan adalah perombakan sistem permainan MU dengan formasi tiga bek sejajar.

Formasi ini menjadi fondasi dari filosofi permainan Amorim, yang bertujuan menghadirkan identitas baru bagi Setan Merah.

Baca Juga:Tak Cukup Satu, Lamine Yamal Bermimpi Koleksi Banyak Ballon d’OrThom Haye Siap Tempur, Persib Targetkan Kemenangan di Laga Kontra Persebaya

Namun hingga saat ini, hasil di lapangan belum berpihak kepadanya. Dalam 31 laga Liga Inggris, Amorim baru mencatat delapan kemenangan.

Selain itu, MU juga mencatat tujuh hasil imbang dan telah menelan 16 kekalahan, sebuah catatan yang membuat pendukung semakin khawatir.

Statistik tersebut menjadi sorotan dan memunculkan keraguan publik terhadap efektivitas strategi Amorim.

Meski begitu, sang pelatih tidak menunjukkan tanda-tanda akan mengubah pendekatannya dalam waktu dekat.

Ia menilai bahwa proses membangun tim membutuhkan waktu dan konsistensi, bukan sekadar reaksi terhadap tekanan atau hasil instan.

Amorim juga terlihat yakin bahwa identitas yang ia tanamkan pada tim akan membuahkan hasil jika diberikan waktu yang cukup.

0 Komentar