Sementara itu, Direktur Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Bapeten Zulkarnaik menyebut Cesium-137 merupakan zat radioaktif buatan yang biasa dipakai untuk keperluan industry, seperti alat ukur kepadatan dan aliran.
“Cesium-137 termasuk kategori radiasi pengion yang mampu memberikan dampak biologi pada Kesehatan manusia. Dalam jangan panjang, tentu saja ini juga sangat berbahaya,” ungkapnya.
Menurutnya, material radioaktif tersebut ditemukan di lapak warga yang tidak menyadari bahaya Cesium-137. Warga mengambil barang bekas yang terlihat seperti pasir atau batu untuk kemudian digunakan sebagai pondasi bangunan.
Baca Juga:Produktivitas Jadi Kunci Strategi RI Tinggalkan Jebakan Negara Berpendapatan MenengahMenhub Sebut Pembukaan Rute Internasional Perkuat Daya Saing Indonesia di Tingkat Global
“Tim lapangan sudah melakukan penyisiran area sampai radius 20 meter, mengambil sampel, dan melakukan pengukuran. Kami menemukan tambahan lokasi dengan paparan radiasi cukup tinggi,” lanjutnya.
