JABAR EKSPRES – Keberlangsungan kegiatan belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang berlokasi di Jalan Stasiun Selatan No. 29, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung, kini terancam tergusur karena berdiri di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Menanggapi hal ini, Pemerintah Kota Bandung mengaku sedang menyiapkan sejumlah opsi agar kegiatan belajar mengajar di PKBM tersebut tetap bisa berjalan.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta jajaran kewilayahan, mulai dari camat hingga lurah, untuk melakukan koordinasi langsung dengan pihak PT KAI guna mencari solusi terbaik.
Baca Juga:Memphis Depay Pecahkan Rekor, Jadi Top Skor Sepanjang Masa Timnas BelandaTunda Gelar Juara, Marc Marquez Pilih Bermain Aman di MotoGP Catalunya
“Camat, teman-teman lurah, saya minta untuk koordinasi ke KAI. Kalau memang ada lokasi milik KAI di sekitar stasiun itu yang bisa dipakai, ya mungkin bisa dicoba dikoordinasikan,” ujar Erwin kepada wartawan, Senin (8/9).
Namun, apabila tidak ada solusi dari KAI, Pemkot Bandung pun mengaku siap mencari alternatif lain. Melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Erwin mengatakan bahwa pencarian lokasi pengganti sudah mulai dilakukan.
“Saya juga menyuruh BKAD untuk mencari tempat keberlangsungan PKBM tersebut. Karena PKBM ini sudah lama, sudah banyak meluluskan orang dari paket A, B, C, bahkan ada yang sudah kuliah sampai S2. Jadi sayang kalau sampai tempat itu tidak ada,” katanya.
Erwin menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan PKBM, terutama karena lembaga tersebut memberikan akses pendidikan kepada warga yang sebelumnya tidak sempat menyelesaikan pendidikan formal.
“Janji kita di Pemkot Bandung adalah tidak boleh ada lagi anak yang tidak bersekolah. PKBM ini jadi bukti bahwa ada warga yang punya kemauan untuk mengubah hidup. Dari tidak lulus SD, SMP, SMA, mereka bisa ikut paket A, B, C, bahkan lanjut kuliah. Ini bukti bahwa kalau diberi kesempatan, masyarakat bisa maju,” tambahnya.
Terkait rencana pengosongan, Erwin mengaku bahwa hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari PT KAI kepada Pemerintah Kota Bandung. Namun, ia menyebut bahwa pihak KAI sempat diundang dalam pertemuan yang digelar oleh pengelola PKBM.
