JABAR EKSPRES – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar), berhasil membongkar modus baru dalam aksi unjuk rasa yang kerap berujung kerusuhan.
Berdasarkan penyelidikannya, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyebut bahwa massa aksi yang kerap membuat kerusuhan atau tindakan anarkisme saat unjuk rasa, sering membuka donasi guna mendapat bantuan untuk membeli peralatan seperti bom molotov hingga petasan.
“Perlu diketahui salah satu dari grup ini (massa aksi kerap membuat rusuh), kita mencoba menelusuri donaturnya siapa, namun tetapi yang ada sementara saat ini justru mereka membuka kotak untuk dukungan atau donasi-donasi dengan cara membuka rekening,” ungkapnya di Mapolda Jabar.
Baca Juga:Soroti Potensi Dampak Buruk Terhadap Perekonomian, Ekonom Dorong Percepatan Penanganan Gejolak DemoInilah 4 Dalang di Balik Kericuhan Demo, Rakyat Dijadikan Tumbal Politik
Menurut Hendra, hal tersebut merupakan suatu modus baru yang berhasil ditemukan khususnya oleh Polda Jabar.
“Ini tentu saja suatu modus baru yang kita tidak duga. Dan dengan adanya temuan keberhasilan dari tim Siber ini perlu kita apresiasi,” ujarnya
Sementara ditempat yang sama, Direktur Siber Polda Jabar Kombes Pol Resza Ramadiansah mengungkapkan bahwa guna mendapatkan bantuan, massa anarkisme tersebut kerap membuat flayer atau selembaran kertas yang disebar ke berbagai media sosial.
“Jadi untuk meminta donasi itu, mereka dengan cara membuat flayer di media sosial lalu disebarkan melalui WhatsApp (atau media sosial lainnya),” ungkapnya.
Resza menuturkan, langkah tersebut sangat terencana guna dapat membuat kerusuhan atau anarkisme saat aksi unjuk rasa tersebut berlangsung.
“Jadi mereka membuka donasi pada saat demo itu da nomor rekening untuk menampungnya. Jadi sangat terencana,” pungkasnya.(San).
