Selain mendukung Akademi The HUD Institute, Maruarar menegaskan komitmennya terhadap program rumah subsidi. Ia meminta agar para pengembang yang terlibat benar-benar membangun rumah berkualitas, bukan sekadar mengejar keuntungan.
“Didiklah para pengembang. Jangan yang hanya pintar, tetapi yang punya hati, yang punya tanggung jawab kepada rakyat. Apalagi kalau dia pengembang rumah subsidi, saya titip. Dia jangan membodohi rakyat, jangan membohongi rakyat, tapi dia bangun rumah berkualitas. Program rumah subsidi saya janji sepanjang saya jadi Menteri adalah program prioritas utama nomor satu saya,” tegasnya.
Program perumahan ini juga mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto. Tahun pertama pemerintahannya, kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ditingkatkan menjadi 350.000 unit, sementara untuk tahun depan diusulkan naik menjadi 500.000 unit.
Baca Juga:Perkuat Pendidikan Vokasi, DAM Resmikan SMK TRIBAKTI Pangalengan Jadi TUK Astra Honda4 Tingkatan Sabar Saat Menghadapi Cobaan Hidup
“Adanya rumah subsidi sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah seperti buruh, tukang becak, tukang bubur ayam, tukang soto bahkan ART untuk punya rumah. Pada hari Jumat, 30 Agustus 2025 saya juga akan mengalokasikan FLPP untuk Asisten Rumah Tangga (ART) dan sosialisasi KUR Perumahan pada awal September mendatang di Kota Bandung,” ungkapnya.
Dengan langkah ini, Maruarar berharap pembentukan Akademi The HUD Institute dan sinergi dengan berbagai pihak dapat memperkuat keberhasilan Program 3 Juta Rumah sekaligus mewujudkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (*)
