4 Tingkatan Sabar Saat Menghadapi Cobaan Hidup

Ilustrasi bersabar ketika menghadapi ujian. (freepik)
Ilustrasi bersabar ketika menghadapi ujian. (freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ketika seseorang sedang tertimpa musibah, sering kali kalimat yang terlontar untuk menghiburnya adalah menyuruhnya untuk bersabar.

Sedemikian mudahnya sabar untuk diucapkan, namun ternyata sangat susah untuk dilakukan. Apalagi bagi seseorang yang sedang tidak baik-baik saja, karena peristiwa yang sedang dialaminya.

Ternyata sabar memang tidak datang dengan tiba-tiba. Sabar terbentuk dari beberapa tingkatan yang berhasil dilalui oleh seseorang setelah berhasil menekan egonya, emosinya, bahkan harga dirinya.

Baca Juga:Jadi Raja Tampan Namun Kejam di Drakor Bon Appétit, Your Majesty, Ini Profil lengkap Lee Chae Min Daftar Mall Partisipan Bandung Great Sale 2025,  Bertabur Diskon Gede-gedean

Kesabaran memiliki 4 tingkatan, dimana masing-masing tingkatan menggambarkan kondisi emosional dan mental seseorang ketika menghadapi sebuah ujian.

Berikut 4 tingkatan sabar dalam menghadapi musibah dan ujian, dilansir dari laman Muslimafiyah yang disusun oleh ustadz Raehanul Bahraen.

1. Marah

Kondisi ketika seseorang yang belum Bisa menerima dengan takdir Allah, ini bisa mengurangi Tauhid seseorang bahkan bisa terjerumus dalam kesyirikan karena mencela takdir Allah

2. Sabar

Hatinya mungkin terasa pedih tetapi ia masih mampu menahan diri dari perbuatan menentang takdir Allah, misalnya mencela atau “mengamuk” banting sesuatu

3. Ridha

Hatinya sama saja ketika mendapat musibah atau nikmat dan dia berusaha ridha, ketika ada rasa tidak menerima, ia berusaha lawan dan ridha

4. Bersyukur

Inilah tingkatan tertinggi, ia tahu hakikat musibah, menerima takdir, itulah yang terbaik, menghapuskan dosa, meningkatkan derajat, bisa jadi menghadap Allah tanpa dosa sama sekali kelak

Dari empat tingkatan tersebut, bisa menjadi panduan ketika seseorang sedang berusaha melewati masa-masa sulit dihidupnya.

Baca Juga:Detik-detik Pertemuan Kapolri dengan Keluarga Driver Ojol yang Dilindas Rantis BrimobNaskah Khutbah Jumat Tentang Dampak Buruk Riba, Dosa Besar yang Sering Disepelekan

Jika sudah sampai pada tingkatan bersyukur berarti dia sudah berhasil melewati semua fase yang berat, Tidak sedikit orang yang berhasil bangkit setelah terpuruk, karena mulai bisa menerima bahkan mensyukuri kondisi yang menimpanya sebagai takdir dari Allah.

Agar bisa bersabar tingkat tertinggi kita harus belajar TAUHID asma wa sifat untuk mengenal sifat Allah, tatkala terkena musibah, ingatlah sifat Allah. Yaitu lebih sayang terhadap hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu kepada bayinya di buaian setelah lama terpisah dengan bayinya karena bayinya hilang.

0 Komentar