1. Menghancurkan kepercayaan – Fondasi utama rumah tangga.
2. Menimbulkan pertengkaran dan konflik – Mengurangi kebahagiaan keluarga.
3. Merusak masa depan anak-anak – Mereka kehilangan kasih sayang, merasa tidak nyaman di rumah, hingga mengalami gangguan psikologis.
4. Mencoreng nilai sosial di masyarakat – Perselingkuhan yang terungkap bisa menimbulkan keresahan dan fitnah.
Naudzubillah min dzalik.
Allah SWT memerintahkan dalam surat At-Tahrim ayat 6:
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu.”
Baca Juga:Benarkah Aplikasi EMDEX Penghasil Uang Ini Aman atau Penipuan Investasi? Kuota Terakhir KUR BRI 2025 Plafon Rp150 Juta, Berikut Detail Angsurannya
Ayat ini menjadi peringatan agar setiap muslim menjaga dirinya dan keluarganya dari perbuatan maksiat, termasuk perselingkuhan. Ketaatan kepada Allah, kejujuran kepada pasangan, dan kesetiaan adalah benteng yang harus terus dijaga.
Perselingkuhan adalah pintu kehancuran rumah tangga. Karena itu, mari kita berkomitmen untuk menjauhinya, memperkuat iman dan takwa, serta menjaga kesucian pernikahan. Dengan demikian, rumah tangga akan menjadi tempat yang damai, penuh kasih sayang, dan menjadi cermin keluarga sakinah yang diridai Allah SWT.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita agar tetap setia, jujur, dan kuat menjaga keutuhan rumah tangga. Semoga keluarga kita menjadi rumah yang penuh ketenangan, seperti doa yang sering kita dengar “Baiti Jannati – Rumahku adalah Surgaku”.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
