Ancaman Sesar Lembang Menguat, Masyarakat Bandung Merespons dengan Beragam Sikap

Ancaman Sesar Lembang Menguat, Masyarakat Bandung Merespons dengan Beragam Sikap
Papan penanda Sesar Lembang di Kawasan Wisata Tebing Keraton di Ciburial, Kabupaten Bandung, belum lama ini. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ancaman nyata dari Sesar Lembang, patahan aktif yang membentang di utara Kota Bandung, mulai menimbulkan beragam reaksi di kalangan masyarakat.

Seiring meningkatnya aktivitas seismik dalam beberapa waktu terakhir, warga mulai menunjukkan tingkat kepedulian yang berbeda-beda, dari aktif mengikuti simulasi tanggap bencana hingga masih adanya sikap abai bahkan pasrah terhadap potensi gempa besar.

Di sejumlah kelurahan seperti Sekeloa dan Dago, warga terlihat antusias mengikuti simulasi kebencanaan yang digelar oleh BPBD Kota Bandung.

Baca Juga:Ancaman Aktivitas Sesar Lembang, Cimahi Perkuat Antisipasi BencanaDiprediksi Memiliki Kekuatan hingga 6,8 Magnitudo, Ini Panjang Aktivitas Sesar Lembang Menurut Badan Geologi

Dalam kegiatan yang berlangsung pada 23 Agustus lalu, lebih dari 600 warga berpartisipasi dalam latihan evakuasi darurat, penggunaan jalur evakuasi, hingga pelatihan pertolongan pertama.

“Kami menyadari Sesar Lembang bisa aktif kapan saja. Simulasi ini membuat kami lebih siap dan tidak panik,” ujar Yayan Sutisna, Ketua RW di kawasan Sekeloa.

Pemerintah Kota Bandung mencatat meningkatnya partisipasi warga dalam program edukasi kebencanaan, termasuk lewat media sosial dan penyuluhan lingkungan. Hal ini dianggap sebagai langkah awal positif dalam membentuk budaya sadar risiko bencana.

Namun, tidak semua warga merespons dengan kepedulian yang sama. Di beberapa daerah yang lebih jauh dari jalur sesar, masih ditemukan masyarakat yang cenderung apatis.

“Gempa mah sudah biasa di Bandung. Lagian kita nggak tahu kapan terjadinya, mending pasrah saja,” kata Dedeh (49), warga Ujungberung.

Sikap seperti ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan komunitas relawan yang terus mengupayakan edukasi dan mitigasi berbasis masyarakat.

Ancaman gempa besar akibat Sesar Lembang juga memicu reaksi emosional dari sebagian warga. Media sosial dipenuhi dengan unggahan kekhawatiran, permintaan informasi yang valid, hingga permohonan doa agar Kota Bandung dijauhkan dari bencana.

Baca Juga:Aktivitas Sesar Lembang Meningkat, Status Siaga Bencana Cimahi Terancam NaikHadapi Peningkatan Aktivitas Sesar Lembang, Jeje Ritchie Siapkan Rencana Kontinjensi

“Jujur saja takut, apalagi anak-anak saya masih kecil. Tapi kita harus tetap hidup, tetap siaga,” ucap Lina Rahmawati (33), ibu rumah tangga asal Cibiru.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam keterangannya menegaskan bahwa simulasi dan edukasi akan diperluas ke wilayah yang belum tersentuh program mitigasi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada.

0 Komentar