BANDUNG – Muhammadiyah Fest 2025 digelar untuk memperkuat literasi di kalangan generasi muda dan usia dini di tengah gempuran informasi akibat pesatnya perkembangan teknologi. Acara ini bertujuan menumbuhkan minat baca sejak dini serta mengarahkan potensi anak-anak melalui kegiatan positif.
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Ayi Yunus Rusyana, menyoroti rendahnya budaya membaca di masyarakat, terutama akibat dominasi dunia digital, seperti penggunaan ponsel dan game online.
“Membudayakan membaca buku, terutama buku cetak, di era digital ini bukan perkara mudah. Melalui Muhammadiyah Fest, kami ingin menanamkan minat baca sejak usia dini,” ujarnya saat pembukaan acara di SD Muhammadiyah 7 Kota Bandung, Jumat (22/8/2025).
Baca Juga:AICIS+ 2025 Pecahkan Rekor: 2.434 Proposal dari 31 Negara Siap BerkontribusiDenny Cagur Ajak Mahasiswa Perkuat Nasionalisme melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan
Acara ini menghadirkan berbagai perlombaan, seperti storytelling, vokal solo, puisi, dan Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ). Menurut Ayi, kegiatan ini menjadi wadah aktualisasi diri bagi anak-anak berpotensi untuk meningkatkan kompetensi mereka, baik di tingkat nasional maupun global. “Indonesia memiliki banyak anak berprestasi. Lomba-lomba ini menjadi sarana untuk mengasah bakat mereka,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Barat, Chafid Seffriyadi, menjelaskan bahwa Muhammadiyah Fest merupakan agenda tahunan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebanyak 57 UMKM binaan langsung Lazismu serta 15 UMKM dari majelis Muhammadiyah turut meramaikan acara ini.
“Ini adalah kolaborasi lintas sektor, melibatkan Lazismu, Muhammadiyah wilayah, dan Kota Bandung sebagai tuan rumah. Tahun depan, kami targetkan skala yang lebih besar, baik dari jumlah peserta maupun ragam kegiatan,” ungkap Chafid.
Ketua Pelaksana Muhammadiyah Fest 2025, Endang Mahbub, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Program Lazismu Jawa Barat, memaparkan rangkaian kegiatan yang}|cara ini. Selain lomba storytelling dalam bahasa Inggris, puisi, vokal solo, dan MHQ, acara ini juga menghadirkan seminar parenting yang dipandu oleh pakar di bidangnya.
“Seminar ini memberikan wawasan baru bagi orangtua tentang pola asuh di era modern, sekaligus memperkaya khasanah literasi,” tuturnya.
Muhammadiyah Fest 2025 tidak hanya menjadi ajang pameran UMKM dan bazar buku, tetapi juga momentum untuk mendorong literasi, kreativitas, dan pembangunan karakter generasi muda. (bbs)
