JABAR EKSPRES – Menyikapi kejadian yang sempat menghebohkan masyarakat terkait penemuan cacing dalam tubuh bayi di Sukabumi, Pemerintah Kota Bandung memastikan sistem pengawasan kesehatan di wilayahnya berjalan dengan ketat.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung telah melakukan langkah-langkah antisipatif agar kasus serupa tidak terjadi di Bandung.
“Insya Allah kita sudah sangat ketat ya di Kota Bandung ini, apalagi Dinas Kesehatan juga sangat teliti. Termasuk pengawasan pada makanan dan minuman berbahan dasar hewani (MBG), semua diawasi,” ujar Erwin, Jumat (22/8).
Baca Juga:Pemprov Jateng Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Sumur Minyak di Blora Senilai Rp180 JutaLawan PSIM, Persib Masih Tak Diperkuat Adam Przybek!
Ia menyatakan, peristiwa seperti di Sukabumi menjadi pelajaran penting bagi semua daerah agar terus memperkuat sistem pengawasan dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Pemkot Bandung sendiri, lanjutnya, telah membekali diri dengan program Universal Health Coverage (UHC), yang menjamin akses pelayanan kesehatan menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan status ekonomi.
“Bandung sudah punya program UHC. Jadi warga, baik dari kalangan bisnis, menengah, maupun yang tidak mampu, semua bisa mendapatkan layanan kesehatan. Ini bentuk perhatian dan jaminan kesehatan dari pemerintah untuk semua warga Kota Bandung,” tegasnya.
Terkait prosedur penanganan jika ditemukan kasus-kasus kesehatan mendesak, Erwin menekankan pentingnya warga segera melapor atau mendatangi fasilitas layanan terdekat, baik Puskesmas maupun rumah sakit.
“Kalau ada kasus seperti itu, warga bisa langsung ke Dinas Kesehatan, rumah sakit, atau paling cepat ke Puskesmas terdekat. Karena Puskesmas di Bandung sudah profesional dan siap siaga,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa seluruh Puskesmas di Kota Bandung sudah dilengkapi fasilitas yang memadai, baik dari segi obat-obatan maupun tenaga kesehatan.
Pemerintah bahkan telah menempatkan tambahan tenaga P3K khusus untuk memperkuat pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Baca Juga:Jelang Penutupan Bursa Transfer, Real Betis Ingin Pertahankan Antony!Franco Mastantuono Bikin Geger, Real Madrid Dituding Akali Aturan La Liga!
“Semua Puskesmas sudah lengkap fasilitas, obat, dan tenaga kesehatan. Bahkan kemarin kita tempatkan sekitar 400 tenaga P3K di Puskesmas. Jadi warga jangan ragu untuk berobat atau periksa kesehatan di Puskesmas,” tambah Erwin.
Dengan sistem dan kesiapsiagaan tersebut, Erwin optimistis Kota Bandung tidak akan menghadapi kasus serupa seperti yang terjadi di Sukabumi.
