
Foto: Mamay S Salim, Senior Advisor EIGER dan salah satu pendiri Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) saat diwawancarai oleh awak media saat kompetisi panjat tebing Eiger Independece Sport Climbing Competition (EISCC) 2025 di Jalan Sumatera, Kota Bandung, Sabtu (16/8). (Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres)
“Sekarang kita dihadiri atlet terbaik Indonesia. Harapan besar di Indonesia ada di sini, bagus-bagus,” kata Mamay.
Menurut dia, kualitas kompetisi tahun ini meningkat terutama untuk kategori lead. Jika pada 2024 jalur final memiliki tingkat kesulitan grade 8A, tahun ini level 8A sudah hadir di babak penyisihan.
Baca Juga:Honda Revo Makin Garang usai Dapat Penyegaran, Adopsi Tampilan Sporty ala Motor BalapMotor Gahar 180cc Resmi Meluncur di Indonesia, Dengan Performa Galak Lebih Sporty Siap Geser NMAX & PCX
“Dan itu akan dikejar terus pembuat jalur, supaya kemampuan teknis meningkat. Karena kalau tidak dibina lewat kompetisi, susah dievaluasi. Dengan adanya kompetisi ini diharap menjadi pembinaan atlet,” ujarnya.
Mamay menambahkan, kalender kompetisi nasional ke depan akan padat dengan berbagai kejuaraan pelajar dan mahasiswa.
“Diharapkan itu kompetisi untuk menimba ilmu. Dengan sering mengikuti kompetisi, mental dan attitude terlatih terus. Maka kompetisi dapat mengukur kemampuan,” pungkasnya.
