Bagian bodi mobil dilapisi material composite armor yang mampu menahan tembakan peluru berkaliber 7,62 × 51 mm NATO ball dan 5,56 × 45 mm M193.
Kaca mobilnya pun menggunakan spesifikasi anti peluru level B5/B6, yang memberikan perlindungan ekstra dari ancaman eksternal. Perlindungan ini memastikan keselamatan Presiden dalam berbagai situasi darurat.
Teknologi Run Flat Tyre (RFT) yang digunakan pada ban juga menjadi elemen penting. Dengan teknologi ini, mobil masih bisa melaju dengan aman meskipun ban mengalami kebocoran, sehingga perjalanan tidak terganggu dan tetap aman.
Baca Juga:9 Rekomendasi Film Netflix Seru yang Bikin Weekend Anti BoringPinjaman KUR BRI Rp50 Juta di 2025, Cicilan Harian Kurang dari Rp40 Ribu!
Fakta bahwa Maung MV3 Garuda Limousine diproduksi oleh PT Pindad menambah kebanggaan tersendiri.
Perusahaan ini dikenal sebagai produsen alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia yang telah lama dipercaya oleh militer dan lembaga keamanan.
Kehadiran Maung MV3 di jajaran kendaraan kepresidenan menunjukkan bahwa Indonesia mampu memproduksi kendaraan dengan standar internasional yang mengutamakan keamanan, kenyamanan, dan ketangguhan.
Selain itu, penggunaan kendaraan buatan dalam negeri oleh Presiden juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap industri pertahanan nasional.
Hal ini bisa menjadi dorongan bagi perkembangan teknologi otomotif di Indonesia, sekaligus menginspirasi inovasi di sektor industri lainnya.
Tidak bisa dipungkiri, kendaraan resmi Presiden juga mencerminkan citra negara. Maung MV3 Garuda Limousine, dengan desain gagah, mesin bertenaga, dan keamanan berlapis, mampu menghadirkan kesan wibawa sekaligus menunjukkan kemampuan bangsa dalam menciptakan kendaraan berstandar tinggi.
Bagi Presiden Prabowo Subianto, kendaraan ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga bagian dari representasi keamanan negara, kesiapan teknologi, dan kebanggaan nasional.
