“Petugas sudah mengingatkan agar kami segera membongkar tenda. Tapi kami mau pindah ke mana?” katanya.
Untuk sementara, Enur berencana menumpang di rumah kerabat. Namun ia tetap memegang satu harapan sederhana: kepastian. “Kami tidak menolak ditertibkan, tapi tolong bantu kami juga untuk bisa melanjutkan hidup,” ucapnya.
Enur bukan satu-satunya yang terdampak. Beberapa meter dari tendanya, pasangan suami-istri lain tengah merapikan gerobak sisa usaha.
Baca Juga:Atletico Madrid Incar Nico Gonzalez, Proyek Baru di Ujung Bursa TransferDrama Transfer Alexander Isak, Ketegangan Jelang Musim Baru Newcastle United
“Kami setuju penataan, tapi harusnya ada solusi jelas sebelum bangunan dibongkar,” kata salah satu pedagang, enggan disebut namanya.
Bagi mereka, relokasi bukan sekadar soal memindahkan barang, tapi memulai kembali kehidupan yang sudah dibangun bertahun-tahun. (Wit)
