“Setelah mendaftar baru ada seleksi dari Disnaker,” tuturnya.
Budi menegaskan komitmen LPK Budi untuk mendukung Program 10.000 Tenaga Kerja yang tengah digencarkan oleh Pemerintah Kota Cimahi.
“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah kota, mendukung program 10.000 tenaga kerja yang ada di Cimahi, dan memastikan mereka siap bekerja,” katanya.
Secara fungsi, LPK berperan mengembangkan kompetensi peserta, baik keterampilan teknis (hard skills) maupun non-teknis (soft skills) seperti komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen waktu.
Baca Juga:Atletico Madrid Incar Nico Gonzalez, Proyek Baru di Ujung Bursa TransferDrama Transfer Alexander Isak, Ketegangan Jelang Musim Baru Newcastle United
Selain itu, lanjut Budi, pelatihan tersebut bertujuan untuk memperbaiki produktivitas tenaga kerja, membantu mereka memperoleh sertifikasi, mempersiapkan diri untuk dunia kerja, beradaptasi dengan teknologi, serta memberikan informasi lowongan kerja.
“Singkatnya, LPK memainkan peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja,” tutur Budi.
Di Kegiatan Pelatihan Ini juga Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi hadir untuk membekali pelaku tindak pidana yang perkaranya telah diselesaikan oleh Kejaksaan melalui Restorative justice (RJ) dengan keterampilan kerja bersertifikat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menekan ketergantungan pada tenaga konstruksi luar daerah sekaligus mengurangi angka pengangguran dan potensi kejahatan berulang.
“Kerja sama ini Pemkot Cimahi dengan Kejari Cimahi memanfaatkan mekanisme restorative justice (RJ), yang memungkinkan pelaku tindak pidana ringan dibebaskan dari proses hukum formal setelah berdamai dengan korban,” tukasnya.
