3 SMA Negeri Baru Siap Dibangun di Kota Bogor, Pemkot Harap Dukungan Anggaran dari Pemprov Jabar

Tingkatkan Akses Pendidikan, Pemkot Bogor Siapkan Tiga SMA Negeri Baru dan Harap Dukungan Provinsi
Pemerintah Kota Bogor terus menaruh perhatian serius terhadap sektor pendidikan
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Keterbatasan jumlah SMA Negeri di Kota Bogor masih menjadi persoalan bagi banyak orang tua dan siswa.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemkot Bogor mulai mendorong pembangunan sekolah baru agar akses pendidikan lebih merata.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengatakan bahwa upaya ini bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin pendidikan yang layak bagi semua warga.

Baca Juga:Pidato Presiden Disambut Aksi Nyata: Jateng Pacu Infrastruktur, SDM, dan Swasembada PanganAtletico Madrid Incar Nico Gonzalez, Proyek Baru di Ujung Bursa Transfer

Menurut Dedie, berdasarkan data pemerintah mengenai Indeks Pembangunan Manusia (IPM), rata-rata lama sekolah di Kota Bogor saat ini baru mencapai 10,7 tahun.

Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan akses pendidikan, terutama bagi masyarakat kurang mampu yang kesulitan menjangkau sekolah swasta.

“Kami memang membutuhkan sekolah negeri baru. Kehadiran sekolah negeri ini tidak dimaksudkan untuk mereduksi partisipasi sekolah swasta, tetapi untuk memberikan akses pendidikan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat dan meningkatkan indeks rata-rata lama sekolah di Kota Bogor,” ujar Dedie, dikutip Jumat (15/8/2025).

Dedie menyebutkan, Pemkot Bogor telah menyiapkan beberapa lahan strategis untuk pembangunan SMA baru. Salah satunya adalah lahan di Kayu Manis, yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Lahan ini sebelumnya sempat bermasalah secara hukum, namun kini telah berstatus clear and clean, dan direncanakan menjadi lokasi pembangunan SMA Negeri 11.

Selain itu, Pemkot juga mengalihkan penggunaan lahan di Ranca Maya, yang sebelumnya direncanakan untuk fasilitas diklat SDM, menjadi lokasi untuk SMA Negeri 13.

“Awalnya lahan ini akan digunakan untuk pembangunan diklat SDM, tetapi karena pertimbangan bahwa indeks pembangunan manusia Kota Bogor masih rendah, khususnya di Bogor Selatan maka rencana tersebut kami ubah dan dedikasikan untuk masyarakat, agar lahan ini dapat dibangun oleh provinsi menjadi SMA Negeri 13,” ujarnya.

Baca Juga:Drama Transfer Alexander Isak, Ketegangan Jelang Musim Baru Newcastle UnitedMandiri dan Berdaya, 2.000 Keluarga di Brebes Tamatkan Ketergantungan Bansos

Sementara itu, rencana pembangunan SMA Negeri 12 masih dalam tahap pembahasan, khususnya terkait pemilihan lahan yang akan digunakan sebelum diajukan ke pemerintah provinsi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menegaskan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan SMA negeri baru tersebut.

Ia menyatakan bahwa program ini sejalan dengan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperluas akses pendidikan menengah di seluruh wilayah.

0 Komentar