JABAR EKSPRES – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Rabu (13/8) menyatakan bahwa prioritas utamanya dalam pertemuan puncak dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Jumat (15/8) adalah untuk mencapai gencatan senjata.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, serta sejumlah pemimpin Eropa terkemuka, seperti dilaporkan Axios yang mengutip dua sumber.
Selain membahas gencatan senjata, pertemuan di Alaska itu juga ditujukan untuk “memperdalam pemahaman” mengenai peluang tercapainya kesepakatan damai yang menyeluruh.
Baca Juga:Trump Ancam Putin dengan Konsekuensi Berat jika Tolak Akhiri Perang UkrainaDricus du Plessis dan Khamzat Chimaev Saling Hargai Menjelang Duel UFC 319 di Chicago
Menurut laporan tersebut, Zelenskyy mengingatkan Trump bahwa “Putin tidak dapat dipercaya” dan mendorong peningkatan tekanan terhadap Moskow. Zelenskyy juga menolak pengakuan hukum atas wilayah Ukraina yang saat ini diduduki Rusia.
Trump, menurut sumber anonim, mengatakan kepada para pemimpin bahwa ia tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan masalah teritorial. Namun, ia mengusulkan bahwa pertukaran wilayah bisa saja menjadi bagian dari kesepakatan damai, dengan catatan pembicaraan tersebut harus dilakukan langsung antara Putin dan Zelenskyy.
Menjelang pertemuan dengan Putin, Trump terlebih dahulu menghadiri konferensi virtual bersama Zelenskyy dan para pemimpin Eropa pada Rabu (13/8) untuk menyelaraskan strategi bersama.
Pertemuan puncak ini akan menjadi momen tatap muka pertama antara presiden Rusia dan presiden AS yang sedang menjabat sejak Juni 2021, ketika Putin bertemu Presiden AS kala itu, Joe Biden, di Jenewa, Swiss.
Selain itu, ini juga akan menjadi kunjungan pertama presiden Rusia ke Alaska sejak wilayah tersebut dibeli oleh Amerika Serikat dari Kekaisaran Rusia pada tahun 1867.*
