JABAR EKSPRES – Sejumlah kertas layang-layang memenuhi area atrium D’Botanica Mall, Kota Bandung.
Di meja-meja panjang yang disusun berderet, sepuluh anak duduk dengan kuas di tangan. Warna merah, biru, dan kuning memenuhi permukaan kertas, berpadu membentuk pola yang lahir dari tangan-tangan kecil mereka.
Komunitas Art Kite Indonesia menggelar pelatihan mewarnai dan melukis layang-layang hias bagi anak-anak disabilitas, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini digelar untuk memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga:BULOG Bandung Gandeng Kejaksaan se-Bandung Raya Gelar Gerakan Pangan Murah SerentakWali Kota Cimahi: Jam Malam Pelajar untuk Lindungi Generasi Muda dari Premanisme
Anak-anak yang mengikuti pelatihan berasal dari PKBM Puspa Nusantara. Mereka terdiri dari penyandang autisme, pengguna kursi roda, hingga tunagrahita. Sebagian sudah terbiasa dengan kegiatan seni karena memiliki kelas art di sekolah. “Ada yang sudah punya lukisan sendiri,” kata Ita, guru di PKBM tersebut.
Pelatihan berlangsung dengan suasana riuh. Sesekali terdengar tawa, namun ada pula anak yang diam memandangi kertas kosong, menunggu mood membaik. Ita mengatakan sebagian peserta masih memerlukan bantuan fisik dan verbal, meski ada pula yang sudah membawa ide kreatif sendiri.
Ketua panitia acara, Liana, menyebutkan bahwa layang-layang yang dilukis berbentuk merpati. “Ini dalam rangka kemerdekaan, kebetulan bersangkutan dengan seni budaya,” ujarnya.
Di antara kuas yang menari di atas kertas, tampak warna-warna yang tidak selalu rapi namun sarat makna. Ita berharap masyarakat tidak memandang sebelah mata karya seni mereka.
“Setiap anak punya kesempatan yang tidak sama dalam pendidikan, dan harus mendapat bantuan dari semua pihak,” pungkasnya.
