JABAR EKSPRES – Program Kredit Usaha Rakyat atau KUR BRI merupakan solusi untuk pelaku UMKM yang membutuhkan modal tambahan dengan bunga rendah dan proses pencairan yang cepat.
Di bulan Agustus 2025 ini, proses pengajuan KUR BRI membutuhakn beberapa perispan agar permohonan cepat disetujui dan dana pinjaman segera cair.
Berikut kami telah merangkum beberapa tips untuk memaksimalkan pencairan yang kamu butuhkan, yuk simak ulasan soal KUR BRI ini!
Baca Juga:Tabel KUR BRI 2025 Super Mikro Pinjaman Rp 50 Juta dengan Cicilan Ringan Banget, Khusus di Bulan Agustus!Simulasi KUR BRI 2025 Plafon Rp100 Juta Tenor 5 Tahun, Cicilannya Hanya Rp200 Ribuan Aja
Tips Terbaru Cara Pengajuan KUR BRI Agustus 2025
1. Pastikan Memenuhi Syarat Terbaru KUR BRI 2025
Sebelum mengajukan, pahami dulu syarat terbaru yang berlaku di tahun 2025 agar tidak terjadi penolakan. Umumnya, persyaratan KUR BRI adalah:
- Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
- Memiliki usaha yang telah berjalan minimal 6 bulan.
- Tidak sedang menerima pembiayaan produktif dari bank lain (kecuali pembiayaan konsumtif seperti KPR atau kredit kendaraan).
- Memiliki dokumen lengkap seperti KTP, Kartu Keluarga, dan surat izin usaha.
- Jika kamu belum memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha), segera urus di OSS (Online Single Submission) karena sekarang banyak cabang BRI yang mensyaratkannya.
2. Pilih Jenis KUR yang Sesuai Kebutuhan
KUR BRI memiliki beberapa jenis yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan usaha:
- KUR Mikro: Plafon hingga Rp 50 juta, bunga rendah 6% per tahun.
- KUR Kecil: Plafon Rp 50 juta – Rp 500 juta untuk usaha yang sudah berkembang.
- KUR TKI: Untuk calon Tenaga Kerja Indonesia dengan plafon hingga Rp 25 juta.
Jika kebutuhan modal kamu Rp 50 juta atau kurang, pilih KUR Mikro agar proses persetujuannya lebih cepat dan cicilan lebih ringan.
3. Siapkan Dokumen Secara Lengkap dan Rapi
Salah satu alasan pengajuan KUR sering tertunda adalah dokumen yang tidak lengkap. Untuk mempercepat proses, siapkan:
- Fotokopi KTP & KK
- Surat Keterangan Usaha dari kelurahan/desa atau NIB
- Laporan sederhana omset usaha (bisa berupa catatan penjualan)
- Foto lokasi usaha
- Buku tabungan BRI (jika sudah menjadi nasabah)
- Buat dokumen dalam bentuk fisik dan digital (PDF/JPG) agar jika diminta pengiriman via email, kamu bisa langsung mengirimkan.
