“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat langsung yang terasa di kantong masyarakat. Di sisi lain, ini juga merupakan sarana penting untuk mempererat sinergi dan kerja sama yang harmonis antara pemerintah daerah, dalam hal ini Kejaksaan, dan para pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor pangan,” paparnya.
Sinergi ini, menurutnya, merupakan pilar krusial dalam membangun dan memperkuat ketahanan pangan lokal Kota Banjar yang berkelanjutan.Ia mengharapkan warga dapat memanfaatkan keberadaan pasar murah ini secara bijak dan tertib.
Dukungan aktif masyarakat, lanjutnya, merupakan bentuk partisipasi nyata dalam mendukung program pemerintah pusat maupun daerah, sekaligus memastikan distribusi pangan pokok dapat menjangkau dan dirasakan secara merata oleh seluruh warga yang membutuhkan.
Baca Juga:Warga Lebaksari Ngamprah Protes, Janji Penanganan Banjir Cuma RetorikaPeringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah, Ini Acara yang Bisa Kamu Ikuti
Pasar Murah yang berlangsung sejak pagi itu disambut antusias warga. Antrean panjang terlihat di setiap stan penjualan. Warga tidak hanya datang dari sekitar Kantor Kejari, tetapi juga dari berbagai kelurahan di Kota Banjar. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini, mengingat harga sejumlah komoditas di pasaran kerap mengalami fluktuasi.
Kehadiran produk-produk UMKM lokal, mulai dari jajanan tradisional hingga olahan pangan siap saji, juga menambah keragaman dan semarak kegiatan, sekaligus menjadi wadah promosi bagi para pelaku usaha kecil di Banjar. Kegiatan yang berlangsung dalam satu hari ini menjadi bukti nyata upaya Kejaksaan, tak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai institusi yang turut serta hadir di tengah masyarakat memberikan solusi atas persoalan ekonomi sehari-hari. (CEP)
