Kolaborasi Lintas Negara, Mahasiswa Tel-U dan Korea Ciptakan Inovasi Smart Farming di Pangalengan Bandung

Kolaborasi Lintas Negara, Mahasiswa Indonesia–Korea Ciptakan Inovasi Smart Farming di Pangalengan Bandung
Dua puluh enam pelajar dari Indonesia dan Korea bersatu menciptakan inovasi teknologi pertanian dan peternakan lewat Creative Station 2025. Foto Agi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dua puluh enam pelajar dari Indonesia dan Korea bersatu menciptakan inovasi teknologi pertanian dan peternakan lewat Creative Station 2025.

Selama 10 hari, 2–11 Agustus 2025, mereka mengubah Pangalengan, Kabupaten Bandung, menjadi laboratorium hidup, merancang sistem irigasi pintar, pemotong rumput otomatis, hingga teknologi peternakan sapi demi membantu masyarakat lokal.

Kegiatan tahunan ini digelar Telkom University bersama lima universitas asal Korea, berkolaborasi dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dan Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi).

Baca Juga:Hunian Bernapas Alam, The Emeralda Resort Padalarang Tawarkan Harmoni dan KemewahanDi tengah Tekanan Global, Pasar Modal Indonesia Berperan Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional 

Peserta dibagi ke dalam lima kelompok lintas negara dan lintas kampus, fokus pada penciptaan solusi berbasis teknologi yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) Telkom University, Faisal Budiman, menjelaskan bahwa Creative Station merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat berbasis desain yang melibatkan mahasiswa secara aktif.

“Jadi, bagaimana kita memberikan solusi kepada masyarakat dengan teknologi-teknologi yang diimplementasikan sesuai dengan kebutuhannya,” ujarnya saat ditemui di Gedung PLUT Telkom University, Senin (11/8/2025).

Menurut Faishal, ada tiga tujuan besar dari kegiatan ini. Pertama, dari sisi edukasi, mahasiswa diharapkan mendapatkan pengalaman berharga yang sulit didapat di ruang kelas.

“Harapannya mereka bisa memperoleh experience, persahabatan, keterampilan, networking, dan juga pembelajaran budaya antarnegara,” katanya.

Kedua, dari sisi masyarakat, teknologi yang dihasilkan diharapkan memberi manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari warga.

Ketiga, dari sisi kelembagaan, kerja sama antara perguruan tinggi di Indonesia dan Korea diharapkan dapat terus terjaga dan berkembang menjadi konsorsium yang bermanfaat untuk dunia.

Baca Juga:Harga Gula Anjlok, Danantara Siap Suntik Dana Rp1,5 Triliun Stabilkan HAP Petani Polisi Hentikan Proses Hukum Nany Widjaja Terkait Dugaan Kasus Penggelapan Jabatan

Kegiatan ini mengusung konsep engineering service learning, dengan jurusan yang terlibat meliputi teknik elektro, teknik fisika, teknik informatika, teknik sipil, dan teknik mesin.

Tahun ini, tema utama adalah penerapan teknologi smart farming di sektor pertanian sayur dan peternakan sapi.

“Produk yang dihasilkan antara lain sistem pemotong rumput otomatis, sistem irigasi pintar, dan teknologi pendukung untuk peternakan sapi. Semua ini dirancang agar bisa langsung digunakan oleh masyarakat,” jelas Faishal.

Meski fokus utama ada di bidang teknik, Faishal menyebut pendekatan social engineering juga menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat Telkom University.

0 Komentar