“Kalau social engineering ada pendekatan lain nanti, tapi bukan di Creative Station, melainkan di agenda community service yang berbeda,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Telkom University, Angga Rusdinar mengatakan, kolaborasi internasional ini tak hanya melibatkan Korea.
Tahun ini, seorang dosen dari Maroko turut bergabung, menandai semakin luasnya jaringan kerja sama Telkom University.
Baca Juga:Hunian Bernapas Alam, The Emeralda Resort Padalarang Tawarkan Harmoni dan KemewahanDi tengah Tekanan Global, Pasar Modal Indonesia Berperan Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
“Tel-U sekarang menuju Global University. Kita akan terus mencari kerja sama dengan pihak luar, tidak hanya Korea. Malaysia misalnya, itu yang paling dekat, dan mereka kadang ikut bergabung dengan kita,” ungkapnya.
Sebelum pandemi Covid-19, Telkom University rutin mengirim mahasiswa ke Korea setiap bulan November untuk memamerkan hasil karya mereka di ajang pameran bersama industri di sana.
“Tahun ini belum ada keberangkatan, tapi program internasional lainnya tetap berjalan,” ujarnya.
Disisi lain salag satu dosen dari Korea, Prof Kim, mengaku terkesan dengan ide-ide yang dipresentasikan para peserta.
“Pengalaman seperti ini sangat baik untuk bekal mereka di masa depan. Proyek ini sudah berjalan selama 11 tahun di Telkom dan Korea, dan akan terus berkembang,” tuturnya.
Dosen Korea lainnya, Prof Seo, memaparkan bahwa saat ini ada lima universitas Korea yang terlibat, dengan total 2.016 mahasiswa Indonesia yang sudah berpartisipasi selama lebih dari satu dekade.
“Program ini sebenarnya sudah hampir 15 tahun berjalan. Kami memiliki proses dan pengalaman yang baik untuk menghasilkan hasil optimal. Ini bermanfaat bagi mahasiswa karena mereka belajar dari proses, dan hasilnya juga membantu masyarakat lokal,” ujarnya.
Baca Juga:Harga Gula Anjlok, Danantara Siap Suntik Dana Rp1,5 Triliun Stabilkan HAP Petani Polisi Hentikan Proses Hukum Nany Widjaja Terkait Dugaan Kasus Penggelapan Jabatan
Prof Seo menambahkan, bukan hanya mahasiswa yang belajar dalam kegiatan ini.
“Setiap peserta, termasuk dosen dan manajer tim, juga belajar dari satu sama lain. Menurut saya, ini adalah poin unik dari proyek kami,” katanya.
