Tina (60), warga setempat, mengaku baru kali ini melihat kondisi seperti itu.
“Kalau pagi sih masih normal, tapi siang pas saya mau buang sisa makanan ke sungai, sudah penuh busa. Selama tinggal di sini belum pernah lihat sungai berbusa setebal itu,” ungkapnya.
Fenomena ini berlangsung hingga sore hari dan menghilang keesokan paginya. Meski demikian, warga khawatir akan dampak pencemaran, mengingat Sungai Cimeta menjadi salah satu sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga:Sungai Cimeta di Padalarang Mendadak Dipenuhi Busa Putih, DLH Selidiki Dugaan Pencemaran LimbahDLH Bandung Temukan Pencemaran Berat di Sungai, Jejak Limbah Tinja Jadi Sorotan
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandung Barat menyatakan telah menurunkan tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil Lingkungan Hidup (PPLH) untuk memeriksa lokasi dan mengambil sampel air.
“Kami akan teliti sumber limbah dan cek di laboratorium. Jika terbukti terjadi pencemaran, akan ada langkah tegas sesuai aturan,” kata Kepala DLH Bandung Barat, Ibrahim Adjie.
“Hasil investigasi DLH nantinya akan memastikan apakah tumpahan bahan baku sabun dari truk kontainer memang menjadi penyebab fenomena busa tebal di Sungai Cimeta,” tandasnya. (Wit)
