Persoalan sengketa tanah pacuan kuda ini sudah berlangsung sejak awal tahun 2010-an, namun belum menemukan titik terang. Meskipun begitu, tempat ini masih sempat digunakan sebagai arena balap kuda tingkat regional beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir.
Selain sebagai arena pacuan kuda dan lahan perkebunan, di dalam kawasan tersebut juga terdapat sejumlah fasilitas lain, seperti kantor Desa Kayuambon, hotel, rumah makan, asrama siswa, dan berbagai usaha kecil milik warga. (Wit)
