Kondisi bisa lebih buruk jika terjadi keterlambatan pembayaran. Bank Indonesia akan menerima laporan tersebut, dan skor kredit Anda akan turun. Skor kredit yang buruk membuat Anda sulit mendapatkan pinjaman di masa depan, karena semua bank kini memiliki sistem data terintegrasi. Dampak langsungnya adalah denda dan biaya tambahan; dampak jangka panjangnya adalah hilangnya akses pembiayaan.
Bahkan, jika terjadi gagal bayar, Anda harus siap menghadapi penarikan kendaraan. Nominal utang berapa pun, sekecil apa pun, tetap tidak menguntungkan jika tujuannya konsumtif. Pada akhirnya, kredit konsumtif hanya mengambil dana tabungan Anda secara perlahan tanpa memberi nilai tambah yang berarti.
Taktik Manipulatif Dealer Mobil
Taktik penjualan manipulatif yang dilakukan dealer mobil biasanya memiliki strategi yang terstruktur. Mereka tidak serta-merta menawarkan, “Mau kredit?” secara langsung, karena jika nilainya besar, ratusan juta rupiah, calon pembeli bisa langsung menolak. Sebaliknya, mereka memiliki segudang trik psikologis untuk membuat Anda mengeluarkan uang lebih banyak daripada yang seharusnya.
Baca Juga:Bukan Karena Uang, Indonesia Miskin Karena Krisis Integritas dan KemunafikanJangan Salah Pilih Pasangan Lagi! Pahami Dulu Gaya Keterikatanmu
1. Tawaran DP 0%
Siapa yang tidak tergiur dengan kata “gratis” di awal? Dengan tawaran ini, Anda bisa membawa pulang mobil tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Namun logikanya sederhana: jika uang muka (DP) nol, berarti 100% harga mobil menjadi utang Anda. Karena pokok utang lebih besar, total bunga yang harus dibayar juga akan membengkak.
Contoh dari Grade Auto, membeli mobil tanpa DP dapat membuat total pembayaran Anda lebih mahal hingga belasan juta rupiah dibandingkan jika membayar DP di awal. Nilainya mungkin terlihat kecil, tetapi tetap saja itu uang.
2. Fokus pada Cicilan, Bukan Harga Total
Trik ini mengandalkan pengalihan fokus. Sales akan terus-menerus menonjolkan angka cicilan per bulan yang terlihat ringan, apalagi jika tenor diperpanjang, misalnya hanya Rp3 juta per bulan. Padahal, harga total bisa membengkak jauh lebih besar akibat bunga.
3. Drama Angka di Kertas
Pernah melihat sales menulis angka di kertas, lalu mencoret, mengganti, dan menimpa dengan angka baru? Itu bukan karena mereka tidak rapi, melainkan disengaja agar Anda bingung dan kelelahan mengikuti perhitungan. Pada akhirnya, Anda hanya fokus pada angka terakhir yang mereka tunjukkan, lalu menyetujui penawaran tanpa menghitung ulang.
