4. Proofing pertama (fermentasi awal)
Bentuk adonan menjadi bulat, lalu simpan di dalam wadah yang ditutup kain bersih atau plastic wrap. Diamkan selama 45–60 menit hingga adonan mengembang dua kali lipat.
5. Membentuk donat
Kempiskan adonan untuk mengeluarkan udara, lalu bagi menjadi 10–12 bagian dengan berat masing-masing sekitar 30–35 gram.
Bulatkan, diamkan sebentar sekitar 10 menit, lalu buat lubang di tengahnya agar berbentuk donat klasik.
6. Proofing kedua (fermentasi akhir)
Baca Juga:Cara Mudah Membuat Puding Jahe Susu Sehat dan Alami, Hanya Dua BahanTips Membuat Ketupat Lebaran yang Gurih, Empuk, dan Tahan Lama
Letakkan donat yang sudah dibentuk di atas loyang yang sudah diberi taburan tepung tipis agar tidak lengket.
Diamkan selama 20–30 menit hingga mengembang sempurna. Tutup dengan kain agar permukaan donat tidak mengering.
7. Menggoreng donat
Panaskan minyak dalam jumlah banyak dengan api sedang cenderung kecil. Masukkan donat ketika minyak sudah panas (bisa tes dengan tusuk gigi, jika keluar gelembung berarti siap).
Goreng satu sisi hingga kuning keemasan, kemudian balik satu kali saja agar tidak menyerap terlalu banyak minyak. Angkat dan tiriskan.
8. Menambahkan topping
Setelah donat dingin, tambahkan topping sesuai selera, mulai dari gula halus, cokelat leleh, keju parut, hingga glaze warna-warni yang kekinian. Donat siap dikemas dan dijual.
Tips Sukses Membuat Donat untuk Jualan
- Gunakan tepung terigu dengan protein tinggi agar adonan lebih elastis dan donat lebih empuk.
- Pastikan ragi masih aktif. Selalu cek tanggal kedaluwarsa sebelum digunakan.
- Jangan langsung mencampur garam dengan ragi pada awal proses karena bisa menghambat kinerjanya.
- Proofing harus dilakukan di tempat hangat dan cukup waktu agar donat mengembang maksimal.
- Saat menggoreng, balik donat cukup satu kali agar tidak menyerap terlalu banyak minyak.
- Gunakan api sedang agar bagian luar tidak cepat gosong sementara bagian dalam belum matang.
