Sementara itu, Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tentu memberikan optimisme bagi dunia usaha, tetapi jangan sampai membuat kita terlena dengan catatan di lapangan.
“Daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih, konsumsi rumah tangga masih di bawah rata-rata historis, dan sektor manufaktur masih dalam fase kontraksi. Karena itu, sangat diperlukan langkah lanjutan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, mempercepat realisasi belanja, memperkuat ekspor, dan memastikan iklim usaha tetap kondusif untuk peningkatan investasi,” ungkapnya.
Sebagai upaya untuk menjawab tantangan tersebut, APINDO menggaungkan kembali semangat Indonesia Incorporated sebagai kolaborasi aktif antara dunia usaha dan pemerintah untuk memanfaatkan peluang, dan menjembatani strategi pusat dan daerah dalam satu visi ekonomi yang terintegrasi.
Baca Juga:Apakah Hari Ini Aplikasi 68EA atau GS Investment Sudah bisa WD ? Hari Terakhir Penyaluran BSU 2025, Masih Ada Peluang Cair Rp600.000
“APINDO telah melakukan sejumlah advokasi strategis dengan melakukan dialog dan koordinasi bersama Pemerintah, mengupayakan advokasi berbasis data di lapangan, menyusun peta jalan, memberikan masukan teknis dan membangun sinergi lintas sektor. APINDO juga terlibat aktif dalam tiga Satuan Tugas Nasional yaitu Peningkatan Ekspor, Kemudahan Perizinan dan Daya Saing, serta Perluasan Kesempatan Kerja dan Mitigasi PHK,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPP APINDO Jawa Barat, Ning Wahyu Astutik mengungkapkan kebahagiaannya menjadi tuan rumah pelaksanaan Rakerkonas 34 APINDO dan menerima kehadiran para penyelenggara pemerintahan serta pengusaha seluruh daerah di Indonesia.
“Kami senang dapat menjadi tempat untuk berkonsolidasi dalam strategi pusat dan daerah dalam satu visi ekonomi yang terintegrasi, sejalan dengan semangat Indonesia Incorporated,” pungkas Ning. (*)
