“Search Everywhere Optimization kami memastikan perusahaan bisa ditemukan di setiap touchpoint, mulai dari search engine tradisional sampai platform AI canggih seperti DeepSeek,” tuturnya menambahkan.
Tessar yang merupakan Ahli Digital Marketing dengan pengalaman lebih dari dua dekade itu menilai yang dalami sekarang ini merupakan perubahan paling transformasional dalam perilaku pencarian konsumen sejak Google pertama kali membuat informasi bisa ditemukan.
“Prediksi industri menunjukkan perubahan perilaku konsumen yang fundamental dalam cara mereka berinteraksi dengan brand, dengan conversational AI market akan mencapai $41,39 miliar,” ungkapnya.
Baca Juga:Angkot Pintar Bandung dan BRT: Janji Inklusif, Eksekusi AmbyarKomisi IX DPR RI Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Perluas Cakupan Sosialisasi Program Jamsostek
“Sementara platform seperti TikTok, ChatGPT, dan voice assistant menjadi starting point consumer journey yang baru” ucap Tessar melanjutkan.
Tessar memandang SEO tradisional fokus pada ranking teratas di halaman pertama Google, tapi konsumen masa kini memulai journey discovery mereka di TikTok, mencari saran dari ChatGPT, dan menyelesaikan pembelian melalui sistem voice-activated.
“Perusahaan yang mengabaikan realitas multi-channel ini akan menghilang dari target audience mereka,” ucapnya.
“Klien yang mengimplementasikan pendekatan optimasi canggih kami telah mencapai visibilitas 400% lebih baik di platform AI dibandingkan kompetitor yang masih mempertahankan praktik SEO standar,” kata Tessar. (bbs)
