“Belum ada yang ready. Baru itu saja dulu. Itu prototipe aja dulu. Ya, bukan semata-mata Pemerintah Kota Bandung harus membeli angkot itu, tidak. Jadi inilah produk anak bangsa, buatan Marlip. Seperti ini angkot-angkotannya,” tutur Asep.
Ia juga mengajak masyarakat dan stakeholder untuk melihat potensi besar dari pengembangan angkutan kota listrik ini, bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga kenyamanan dan ketepatan waktu layanan.
“Coba lihat kenyamanannya. Dari segi laik jalannya, dari segi kenyamanan, ketepatan waktu kan begitu. Inilah salah satu masa depan transportasi publik kita,” imbuhnya.
Baca Juga:Transaksi Digital Diawasi Negara Lewat Payment ID, Langkah Maju atau Ancaman Privasi?Penertiban Bangunan Liar di Cimahi Disorot, Warga Pertanyakan Sikap Tebang Pilih Pemkot
Program Angklung sendiri merupakan bagian dari transformasi besar yang dilakukan Pemkot Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan dan mendukung target pengurangan emisi karbon di wilayah perkotaan.
Penggunaan kendaraan listrik di sektor transportasi umum diharapkan dapat mengurangi polusi udara serta memberikan alternatif transportasi yang aman, nyaman, dan modern serta mengurangi dampak kemacetan bagi warga Bandung. (Dam)
Reporter: Sadam Husen Soleh Ramdhani
