JABAR EKSPRES – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asih Husada Banjar tengah menggenjot perubahan status menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada tahun 2025 ini.
Langkah strategis ini diharapkan menjadi solusi krusial untuk mengatasi berbagai keterbatasan yang selama ini menghambat pelayanan optimal, sekaligus menjadi titik tolak menuju kemandirian operasional dan peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Banjar.
Direktur RSUD Asih Husada Banjar, Wiwik Nursanti, secara terbuka mengakui tantangan yang dihadapi rumah sakit yang berlokasi di Kecamatan Langensari tersebut.
Baca Juga:Polresta Bandung Siap Operasikan SPPG, Layani 3.503 Anak Sekolah di SoreangMenyingkap Peran Tim Martasandy Group dalam Membentuk Siswa Lolos Akademi TNI dan Akpol
Salah satu kebutuhan mendesak adalah penambahan layanan cuci darah (hemodialisis). “Inovasinya kalau dilihat dari trend sekarang semakin meningkatnya pasien gagal ginjal, penambahan pelayanan cuci darah itu potensi untuk menjadi rumah sakit rujukan, namun saat ini kita belum ada. SDM-nya juga belum ada,” ujar Wiwik Nursanti pada Senin (4/8/2025).
Ia menegaskan bahwa realisasi pengembangan layanan vital seperti ini sangat diharapkan dapat segera terwujud setelah status BLUD diperoleh, memberikan fleksibilitas pengelolaan yang lebih besar.
Keterbatasan anggaran disebut Wiwik sebagai akar masalah yang menghambat kelancaran pelayanan.
“Kesulitan anggaran, tidak bisa leluasa dalam memberikan pelayanan. Kebutuhan meningkat. Tidak punya alat dan obat jadi kita merujuk pasien,” paparnya.
Kondisi ini, menurutnya, diharapkan dapat berubah dengan kemandirian yang lebih luas jangkauan pelayanannya pasca-transformasi BLUD. Persoalan Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi kendala signifikan.
Meskipun memiliki sejumlah tenaga medis, termasuk 6 dokter umum, 2 dokter gigi, serta spesialis penyakit dalam, anak, syaraf, radiologi, dan kandungan, rumah sakit masih mengalami kekurangan, terutama di bidang bedah dan anestesi.
Kekurangan SDM dan peralatan ini bahkan berdampak pada penurunan kunjungan pasien sebesar 37 persen pada semester awal tahun 2024 dan 2025.
Baca Juga:Anak Disabilitas Sulit Cari Kerja, Orang Tua Minta Negara Hadirkan SolusiPrestasi Ganda! 132 Siswa Martasandy Lolos Akademi TNI dan 51 Siswa Lolos AKPOL TA 2025
Di tengah tantangan operasional, kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) RSUD Asih Husada justru menunjukkan tren positif yang signifikan. Setelah dibuka secara resmi pada September 2022 dan meraih PAD sekitar Rp100 jutaan hingga akhir tahun tersebut, target tahun 2023 awalnya ditetapkan Rp250 juta.
Namun, melalui perubahan anggaran, target dinaikkan menjadi Rp600 juta dan realisasinya justru melampaui ekspektasi dengan capaian fantastis sebesar Rp2,5 miliar.
