Masuki Kemarau Basah, Pemkot Bandung Sorot Penanganan Sampah dan Drainase

Masuki Kemarau Basah, Pemkot Bandung Sorot Penanganan Sampah dan Drainase
Pengendara sepeda motor melintas saat cuaca hujan di Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Senin (4/8). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung mulai mengintensifkan penanganan sampah dan saluran air tersumbat. Hal ini seiring munculnya fenomena kemarau basah yang menyebabkan hujan tetap turun di tengah musim kering.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, meski wilayah Bandung tengah memasuki puncak musim kemarau, curah hujan masih terjadi di sejumlah titik.

Dirinya menyebut kondisi ini harus diantisipasi agar tidak menimbulkan banjir lokal. “Kita harus siap menghadapi kondisi ini,” kata Farhan di Bandung, Senin (4/7).

Baca Juga:Perkuat Layanan Kesehatan, RSUD Asih Husada Pacu Perubahan Status Jadi BLUD 2025Polresta Bandung Siap Operasikan SPPG, Layani 3.503 Anak Sekolah di Soreang

Farhan meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait memastikan tidak ada tumpukan sampah yang menghambat aliran air. Dia menginstruksikan kerja terpadu antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, serta beberapa dinas lainnya.

Dia mengakui sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung pun belum sepenuhnya berjalan baik. Namun, menurut dia, sejumlah upaya yang telah dilakukan mulai menunjukkan hasil.

Salah satunya pembangunan fasilitas pengolahan sampah organik di Pasar Anyar dan Gedebage, serta penggunaan insinerator. “Penanganan di lapangan harus cepat dan terpadu,” ujar Farhan.

Farhan menambahkan, penyelesaian masalah lingkungan butuh waktu dan tidak bisa dilakukan secara instan. “Semua pekerjaan publik butuh waktu dan proses yang bertanggung jawab,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, menyebutkan timbulan sampah di Kota Bandung saat ini mencapai 1.497 ton per hari. Angka itu digunakan sebagai data agregat sementara yang dibulatkan menjadi 1.500 ton per hari.

“Saya belum bisa menyelesaikan total. Jadi tidak bisa menjawab secara pasti angka absolutnya, nanti saya dapat angka absolut kalau nanti sudah diselesaikan dan itu benar-benar ditimbang secara terperinci. Baru saya tahu angka absolutnya,” kata Darto saat dikonfirmasi Jabar Ekspres, baru-baru ini.

Adapun menurut dia, hingga saat ini ritase angkutan sampah dari Kota Bandung ke tempat pembuangan akhir (TPA) masih berada di angka 140 ton. Angka ini tidak mengalami penambahan maupun pengurangan.

Baca Juga:Menyingkap Peran Tim Martasandy Group dalam Membentuk Siswa Lolos Akademi TNI dan AkpolAnak Disabilitas Sulit Cari Kerja, Orang Tua Minta Negara Hadirkan Solusi

“Kondisi ritase masih sama, kita masih dikunci di angka 140 ton. Itu belum bisa diberikan tambahan atau pengurangan juga belum,” ujarnya.

0 Komentar