Gerhana Matahari Total akan Terjadi Pada 2 Agustus, Namun Bukan Tahun 2025

Solar eclipse atau gerhana matahari total.
Foto ilustrasi gerhana matahari total 2 Agustus. Sumber foto: medsos X @PlanetVistas.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Fenomena alam bernama gerhana matahari total memang akan terjadi tanggal 2 Agustus. Akan tetapi bukan hari Sabtu 2 Agustus 2025 besok, melainkan di tahun yang lain!

Sebuah narasi tentang gerhana matahari total di media sosial mendadak menuai banyak sorotan akhir-akhir ini, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Muncul postingan di medsos bahwa akan terjadi gerhana matahari total pada 2 Agustus 2025.

Gerhana matahari merupakan fenomena di mana bulan menghalangi cahaya matahari untuk membuat tidak semua cahayanya sampai ke bumi. Terjadinya fenomena alam ini memungkinkan kedudukan matahari, bulan, serta bumi, berada pada satu garis lurus, sebuah hall umrah terjadi di fase bulan baru.

Baca Juga:Daftar Kode Redeem FC Mobile 31 Juli 2025: Jangan Skip Hadiah Paket Double3 Link Live Streaming MU vs Bournemouth di Premier League Summer Series 2025, Segera Dimulai

Namun gerhana matahari yang mencuat di medsos mengklaim gerhana matahari total bakan menyebabkan bumi gelap selama enam menit. Sontak hal tersebut menggegerkan publik, apalagi tanggal 2 Agustus 2025 tergolong sangat dekat.

Jika Anda merasa khawatir atau panik dengan isu baru ini, sekarang bisa buang jauh-jauh perasaan tersebut. Mengapa? Karena tak lain tak bukan narasi gerhana matahari total 2 Agustus 2025 ternyata tidak benar.

Penjelasan Gerhana Matahari Total 2 Agustus

National Aeronautics and Space Administration (NASA) dalam situs resminya menyatakan bahwa gerhana matahari total akan terjadi bukan pada 2 Agustus 2025, melainkan 2 Agustus 2027. Selain berlangsungnya masih dua tahun lagi, peristiwa gerhana ini takkan melintasi wilayah Indonesia.

Jalur totalitas gerhana matahari total hanya melewati Maroko, Spanyol, Algeria, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, serta Somalia. Nanti tanggal 2 Agustus 2027, bulan bakal melalui matahari sehingga sebagian besar Eropa, Afrika Utara, dan kawasan Timur Tengah tertutup oleh bayangan.

Totalitas terpanjang fenomena langka tersebut adalah di Kota Luxor di Mesir. Kota Warisan Peradaban Mesir ini berada di tengah jalur itu akan menjadi saksi bulan menutupu matahari sepenuhnya selama 6,23 detik.

Gerhana matahari total bukan hanya sangat dinantikan. Tetapi juga fenomena ini bahkan dikatakan sebagai “gerhana abad ini” alias eclipse of the century.

Meski begitu melihat fenomena alam satu ini secara langsung tidaklah disarankan. Risiko melihat gerhana tersebut dengan mata telanjang atau tanpa pelindung mata sangat tinggi.

0 Komentar