Cimahi Gencarkan Edukasi Pangan Lokal, Rasi Diangkat Jadi Warisan Budaya

Disbudparpora Cimahi Gencarkan Edukasi Pangan Lokal, Rasi Diangkat Jadi Warisan Budaya
Warga Kampong Adat Cireundeu saat Menunjukan Beras Singkong atau Rasi (mong)
0 Komentar

Kala itu, kondisi masyarakat terjepit karena lahan pertanian rakyat dikuasai penjajah dan letak geografis kampung yang berada di daerah pegunungan tidak memungkinkan untuk menanam padi.

Pada 1924, masyarakat mulai mengembangkan singkong menjadi beras singkong atau rasi, yang hingga kini tetap dikonsumsi sebagai makanan pokok oleh masyarakat Cireundeu.

“Tentunya ini menjadi tugas kita bersama baik pemerintah, masyarakat, dan stakeholder lainnya untuk sama-sama melestarikan rasi yang memiliki sejarah panjang bagi warga Kampung Cireundeu,” ucap Lucky.

Baca Juga:Persib Siap Tempur! Laga Kontra Western Sydney Jadi Ujian Akhir Menuju Musim BaruLucas Paqueta Bebas dari Tuduhan Taruhan, Akhir dari Mimpi Buruk yang Panjang

Kini, Kampung Adat Cireundeu dihuni oleh sekitar 60 kepala keluarga atau sekitar 240 jiwa. Meski tak sepenuhnya menutup diri dari arus modernisasi, masyarakat tetap memegang teguh tradisi konsumsi rasi sebagai simbol kemandirian pangan dan warisan leluhur.

“Sudah komitmen dengan para penerus, anak-anak kecil, bahwa kemandirian pangan ini harus terus dipertahankan,” tutur Sesepuh Kampung Adat Cireundeu, Abah Widi.

Di tengah tantangan global terhadap ketahanan pangan dan meningkatnya konsumsi makanan instan, Cimahi memilih jalan kembali ke akar, memperkuat budaya makan lokal sebagai bentuk ketahanan, kesehatan, sekaligus identitas. (Mong)

Reporter: Firman Satria

0 Komentar