Gempa Bisa Terjadi Kapan Saja, Anak SD-SMP Dibekali Jadi Agen Siaga Bencana

BPBD Kota Bandung Intensifkan Mitigasi Bencana di SD dan SMP, Anak Jadi Agen Edukasi Keluarga
Ilustrasi: Siswa mengikuti pembelajaran di kelas. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Ia juga menambahkan bahwa meski secara teori evakuasi dan penanganan bencana tidak berubah, yang perlu diantisipasi adalah skala dampaknya. Magnitudo yang lebih besar berarti risiko kerusakan yang lebih luas, sehingga kesiapsiagaan harus terus diasah.

“Secara teori evakuasi sih tetap sama. Tapi makin besar magnitudo gempanya, makin besar pula dampaknya. Itu yang harus diantisipasi,” katanya.

Untuk saat ini, program sosialisasi baru menyasar jenjang SD dan SMP, sementara jenjang Taman Kanak-kanak (TK) belum menjadi prioritas utama karena keterbatasan daya tangkap anak-anak usia dini terhadap informasi teknis kebencanaan.

Baca Juga:Bunga Rendah Cuma 6 Persen! Sri Mulyani Suntik Dana Kopdes dari SAL APBNWaspadai Sesar Lembang! BPBD Kota Bandung Siapkan Geotrack dan Video Edukasi untuk Bangun Budaya Siaga Gempa

Namun ke depan, BPBD membuka kemungkinan adaptasi program untuk usia yang lebih muda, dengan metode yang lebih sederhana.

BPBD juga menjalin kerja sama lintas sektor termasuk komunitas dan lembaga non-pemerintah untuk memperkuat gerakan ketahanan keluarga terhadap bencana. Program ini akan diperluas agar bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara sistematis.

Didi berharap upaya ini tidak hanya membangun pengetahuan teknis anak-anak soal kebencanaan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kesiapan menghadapi gempa dan bencana lain di wilayah rawan seperti Kota Bandung. (Dam)

Reporter: Sadam Husen Soleh Ramdani

0 Komentar