Waspadai Sesar Lembang! BPBD Kota Bandung Siapkan Geotrack dan Video Edukasi untuk Bangun Budaya Siaga Gempa

BPBD Kota Bandung Bakal Lakukan Geotrack Sesar Lembang, Perkuat Edukasi dan Mitigasi Bencana Sejak Dini
Kepala BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi (Sadam Husen/Jabarekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ancaman potensi gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, termasuk Kota Bandung yang berada cukup dekat dengan jalur sesar aktif tersebut.

Menyadari kerentanan wilayahnya terhadap risiko bencana geologis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung merancang berbagai strategi mitigasi, salah satunya dengan melakukan geotrack atau penelusuran jalur sesar Lembang secara langsung di lapangan.

Kepala BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, menuturkan bahwa hingga saat ini, kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa akibat aktivitas sesar Lembang masih sangat minim.

Baca Juga:Pemprov Jabar Berencana Bentuk Superholding BUMD, Miniatur Danantara?Transparansi Dana Desa Kini Digital, Kabupaten Bogor Siap Kawal Lewat Aplikasi Jaga Desa

Bahkan menurutnya, jika dilakukan survei mendadak di tengah masyarakat, hampir tidak ada yang mampu menjawab dengan tepat bagaimana prosedur keselamatan diri saat terjadi gempa.

“Kalau kita ketemu orang di jalan, lalu tanya: ‘Kalau terjadi gempa akibat sesar Lembang, apa yang harus Anda lakukan?’ Mungkin dari 10 sampai 20 orang, belum tentu satu orang yang tahu,” ujar Didi, Rabu (30/7).

Melihat kondisi tersebut, BPBD berkomitmen untuk menguatkan edukasi publik dengan pendekatan yang mudah dipahami dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Salah satu program utama yang akan diluncurkan dalam waktu dekat adalah produksi video-video edukasi berseri tentang langkah-langkah yang harus dilakukan ketika gempa bumi terjadi, baik di rumah, sekolah, maupun di ruang publik.

“Kita akan bikin video-video tutorial atau video-video edukasi. Jadi ketika terjadi gempa tau apa yang harus dilakukan. Ini akan berseri. Tadi juga sudah ngobrol dengan Diskominfo. Mereka juga akan membantu kami. Kami juga akan buat secara berseri itu ya apa yang harus dilakukan,” jelas Didi.

Selain itu, program geotrack atau penelusuran sesar Lembang secara langsung di lapangan juga akan dilakukan. Langkah ini tidak hanya sebagai bagian dari edukasi visual bagi masyarakat, tetapi juga untuk memperbarui data mengenai pergeseran tanah, lokasi rawan, serta kondisi lingkungan yang berisiko tinggi terhadap dampak gempa.

“Kita juga akan melakukan geotrack. Pengenalan sesar lembang secara langsung di lapangan. Kemudian kita mungkin bisa melihat itu sudah turun berapa puluh meter pergeserannya. Kita juga akan menelusuri lokasi-lokasi rentan bencananya.,” kata Didi.

0 Komentar