Di lain sisi, organisasi internasional Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) telah melaporkan adanya penurunan angka pertumbuhan ekonomi secara global. Angka tersebut mengalami penurunan dari yang awalnya 3,1 persen menjadi 2,9 persen.
Kendati begitu, jajaran KSSK tetap menunjukkan sikap percaya diri atas perekonomian Indonesia yang akan terus meningkat. KSSK juga melihat adanya tarif resiprokal dari AS sebagai kesempatan untuk meningkatkan daya beli pasar lokal dan bukan merupakan ancaman.
Sebagai informasi, Konferensi pers tersebut dihadiri oleh Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (Mega Valuta/Magang)
