4. Honda Astrea Grand (1991–1995)
Honda Astrea Grand adalah salah satu merek motor bebek yang sangat populer di era 90-an. Sampai sekarang, motor ini masih wara-wiri di jalanan desa maupun kota.
Mesin 97cc miliknya terkenal sangat hemat dan tahan banting. Bahkan ada yang menyebut, “selama ada oli dan bensin, Astrea Grand akan tetap hidup.”
Tahun 2025, Astrea Grand termasuk motor jadul incaran kolektor. Harga unitnya bisa mulai dari Rp2,5 juta untuk kondisi biasa hingga Rp10 juta lebih untuk kondisi orisinal dan terawat. Cocok untuk kamu yang ingin tampil beda dan tetap irit bensin.
Baca Juga:5 Merek Oli Motor Terbaik, Bikin Mesin Semakin Gahar!5 Merek Motor Matic yang Stylish untuk Perempuan, Ringan dan Irit
5. Kawasaki Kaze R (1997–2006)
Kawasaki Kaze R mungkin tidak sepopuler bebek Honda atau Yamaha, tapi merek motor satu ini punya kelebihan dari segi performa.
Mesin 111cc yang digunakan terasa responsif dan mampu menghasilkan akselerasi yang cukup baik untuk kelasnya. Cocok untuk anak muda yang ingin motor bebek dengan tampilan agak sporty dan unik.
Harga bekasnya di tahun 2025 berkisar antara Rp2 juta hingga Rp4 juta, dan sparepart-nya masih tersedia di beberapa toko online dan bengkel umum.
Kenapa Merek Motor Jadul Masih Layak Dibeli?
1. Harga Terjangkau
Motor jadul umumnya dijual dengan harga jauh lebih murah dibanding motor baru. Ini sangat menguntungkan bagi pelajar, pekerja dengan penghasilan terbatas, atau yang hanya butuh motor untuk keperluan ringan.
2. Biaya Perawatan Murah
Karena teknologi mesin masih konvensional, biaya perawatan dan servis bisa ditekan. Banyak montir yang masih menguasai cara memperbaiki motor-motor lawas ini.
3. Kualitas Terbukti
Motor lawas yang masih hidup hingga sekarang berarti sudah “lulus uji waktu”. Mereka terbukti tangguh dan tahan lama.
4. Bisa Dimodifikasi
Banyak motor jadul yang punya potensi besar untuk dimodifikasi. Dari café racer, japstyle, hingga scrambler semuanya bisa diwujudkan dari basis motor lawas.
Tips Membeli Motor Jadul di Tahun 2025
- Periksa kelengkapan surat (STNK dan BPKB)
- Pastikan nomor rangka dan mesin sesuai dengan dokumen
- Cek kondisi mesin, jangan hanya lihat bodi
- Tanyakan riwayat servis dan penggunaan sebelumnya
- Bila perlu, bawa montir atau mekanik terpercaya saat melihat unit
