Kegiatan ini diikuti sekitar 30 guru biologi dari berbagai SMA di Kabupaten Subang. Hadir pula Saribanon, S.Pd., MT., Kepala SMAN 1 Subang sekaligus Wakil Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Subang, serta Dadang Rosada, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi Subang.
Saribanon menyebut pelatihan ini sebagai modal penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran biologi. “Kami harap guru-guru dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk memperkaya pengalaman belajar siswa,” katanya.
Dadang Rosada menambahkan, pengetahuan tentang deep learning, AI, dan coding kini sangat dibutuhkan dalam pengajaran biologi untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Baca Juga:PWNU Jabar Gaungkan Istighosah Bersama, Lawan Kebijakan KDMHetifah: Revisi UU Sisdiknas Perkuat Perlindungan Guru dengan Sanksi Tegas
Dengan menggabungkan metode sederhana seperti pitfall trap dan teknologi canggih seperti MaxEnt, pelatihan ini berhasil menciptakan model pengajaran biologi yang inovatif dan kontekstual, mendukung visi pendidikan yang lebih dinamis di Indonesia. (bbs)
