JABAR EKSPRES – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa dua pegawainya ditangkap oleh militer Israel di kediaman mereka di wilayah Gaza.
Dalam pernyataan resminya di platform X, WHO menyebut bahwa tentara Israel memasuki rumah para pegawai, memaksa perempuan dan anak-anak untuk mengungsi ke wilayah Al-Mawasi dengan berjalan kaki di tengah situasi konflik yang masih berlangsung.
Sementara itu, staf laki-laki bersama anggota keluarga mereka dikabarkan diborgol, dilucuti pakaiannya, diinterogasi di tempat, dan diperiksa di bawah todongan senjata. Dari kejadian ini, dua pegawai WHO dan dua anggota keluarga ditangkap. Tiga di antaranya telah dibebaskan, namun satu staf WHO masih ditahan.
Baca Juga:13 Pebulu Tangkis Indonesia Siap Tampil di China Open 2025 Usai Hasil Mengecewakan di Jepang10 Motor Jadul Klasik yang Jadi Incaran Kolektor Indonesia
“Militer Israel memasuki lokasi, memaksa perempuan dan anak-anak untuk mengungsi dengan berjalan kaki menuju Al-Mawasi di tengah konflik yang sedang berlangsung. Staf pria dan anggota keluarga diborgol, ditelanjangi, diinterogasi di tempat, dan diperiksa dengan todongan senjata. Dua staf WHO dan dua anggota keluarga ditahan. Tiga orang kemudian dibebaskan, sementara satu anggota staf masih ditahan,” tulis pernyataan WHO di X.
WHO menambahkan bahwa operasi organisasinya di Gaza kini terganggu akibat situasi ini, terlebih dengan adanya perintah evakuasi terbaru yang berdampak langsung pada beberapa fasilitas WHO di wilayah tersebut.
“Kami adalah badan kesehatan utama di bawah PBB. Saat ini, kehadiran kami di Gaza terganggu, yang semakin menghambat upaya penyelamatan dan perbaikan sistem kesehatan yang nyaris kolaps. Kondisi ini memperburuk situasi lebih dari dua juta penduduk yang berjuang untuk bertahan hidup,” jelas WHO.
Sementara itu, pada hari Senin, sebanyak 25 menteri luar negeri dari berbagai negara—sebagian besar berasal dari Eropa—menandatangani pernyataan bersama yang mendesak diakhirinya perang di Gaza dan dimulainya kembali distribusi penuh bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina.*
