Kepindahan atlet ini bukan sekadar persoalan individu, melainkan gejala dari krisis pembinaan olahraga sistematis.
Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Banjar, Gun Gun Gunawan, menyoroti minimnya alokasi anggaran Dispora, bahkan tak mencapai miliaran yang berimbas pada kesejahteraan atlet. “Mereka hengkang karena tuntutan kesejahteraan tidak terpenuhi,” tegasnya.
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Banjar, Asep Saefurrohmat, menambahkan bahwa proses mutasi sudah diajukan dua bulan lalu tanpa respons serius pemkot.
Baca Juga:Tarif Impor AS 1 Agustus Tak Berlaku Bagi RI?Seleksi Dewan Pengawas LPI Dibuka, Ini Syaratnya!
“Kami sudah koordinasi dengan KONI dan kepala daerah, tapi tidak ada tindakan. Banjar mungkin tak mau prestasi lagi,” sesalnya.
Kini, Banjar berisiko kehilangan kontributor medali di Porprov September mendatang, terutama di cabang grass track yang justru pernah sukses dihelat di Banjar pada 2022.
Banjar pernah menjadi kebanggaan sebagai tuan rumah cabang grass track Porprov 2022, di mana atletnya meraih medali perak. Kini, kepergian atlet berprestasi menjadi cermin pudarnya komitmen terhadap olahraga dan ujian berat bagi masa depan prestasi Kota Banjar. (CEP)
Reporter: Cecep Herdi
