Viral Siswa SMP Dikeroyok Saat MPLS, Bermula Saling Ejek

Viral Siswa SMP Dikeroyok Saat MPLS, Bermula Saling Ejek
Viral Siswa SMP Dikeroyok Saat MPLS, Bermula Saling Ejek
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Media sosial kembali digegerkan dengan beredarnya video viral yang memperlihatkan aksi kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, tepatnya di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Video yang memperlihatkan seorang siswa SMP dikeroyok oleh teman-teman sekelasnya ini menjadi viral setelah tersebar luas di Facebook.

Setidaknya ada tiga potongan video yang beredar luas, menampilkan seorang siswa laki-laki berseragam batik hijau tengah menerima pukulan dari beberapa siswa lainnya.

Baca Juga:Cara Cek Penerima PIP 2025 dan Status Pencairan Dana Cukup Pakai HPMembangun Kesadaran Anak Tentang Bahaya Minuman Manis Melalui Metode ‘Fun Learning’ sebagai Upaya Pencegahan Gagal Ginjal

Dalam rekaman itu, terlihat beberapa siswa mengenakan seragam olahraga dan jaket hitam turut menyaksikan insiden tersebut tanpa memberikan bantuan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blitar, Adi Andaka, mengonfirmasi bahwa peristiwa itu benar terjadi.

Menurutnya, kejadian tersebut berlangsung pada Jumat, 18 Juli 2025, saat pelaksanaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari terakhir.

Lokasi kejadian diketahui berada di salah satu SMP Negeri yang berada di Kecamatan Doko.

“Betul, kejadian itu berlangsung saat para siswa sedang kerja bakti di lingkungan sekolah. Semua yang terlibat masih duduk di bangku kelas 7, baik korban maupun terduga pelaku. Namun, hingga saat ini kami masih melakukan pendalaman,” ujar Adi kepada wartawan, Senin (21/7/25).

Menurut Adi, insiden bermula dari saling ejek antarsiswa yang kemudian berujung pada tindakan kekerasan fisik.

Dari hasil investigasi awal pihak sekolah, diketahui bahwa sekitar 12 siswa diduga terlibat dalam kejadian ini.

Baca Juga:Game Upin Ipin Universe Resmi Rilis, Begini Cara Download dan PasangnyaKlaim Kode Redeem FC Mobile Hari Ini, Berkesempatan Dapat Hadiah Pemain OVR 111

Dari jumlah tersebut, terdapat satu korban utama dan tiga siswa yang diduga sebagai pelaku utama pengeroyokan.

“Awalnya hanya saling olok-olok, namun kemudian berujung pada tindakan pemukulan seperti yang terlihat dalam video yang beredar,” tambahnya.

Menindaklanjuti kasus ini, Dinas Pendidikan telah menginstruksikan Kepala Bidang Pembinaan SMP dan tim untuk segera turun ke lokasi guna melakukan klarifikasi dan pendalaman kasus.

Meski demikian, pihak sekolah telah mengupayakan penyelesaian melalui jalur mediasi.

“Informasi yang kami terima, kemarin sudah dilakukan pertemuan antara pihak keluarga korban dan para terduga pelaku. Sudah ada permintaan maaf secara langsung. Namun hari ini kami tetap menurunkan tim untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur,” tegas Adi.

0 Komentar