JABAR EKSPRES – Fakta mengejutkan terungkap dari balik sindikat perdagangan bayi yang beroperasi lintas negara. Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) kini tengah memburu dua orang buronan kelas kakap yang diduga menjadi otak besar dalam jaringan gelap penjualan bayi dari Indonesia ke Singapura.
Setelah berhasil menangkap satu tersangka utama berinisial LS alias POPO, yang diamankan saat hendak melarikan diri melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat (18/7), Polda Jabar melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) memperluas penyelidikan untuk menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya.
“Kami masih memburu dua DPO lainnya. Mereka punya peran sangat penting, mulai dari merekrut hingga menjadi perantara dalam transaksi perdagangan bayi ke luar negeri,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Senin (21/7).
Baca Juga:Masuk Sekolah Lebih Pagi, Orang Tua dan Siswa di KBB Harus AdaptasiSektor Kriya Bakal Lebih Kebal dari Kesepakatan Dagang Trump
Menurut Hendra, kedua buronan tersebut memegang peran vital dalam skema perekrutan bayi untuk dikirim dan dijual ke Singapura. Semua surat DPO sudah tersebar ke seluruh kepolisian di Indonesia, dengan prioritas tinggi dalam penanganannya.
Sementara itu, tersangka LS alias POPO yang telah ditangkap, diketahui berperan sebagai agen utama sindikat internasional ini di Indonesia.
Perannya tak hanya sebagai perantara, tetapi juga disebut sebagai pelaksana kunci dalam penculikan dan pengiriman bayi ke luar negeri.
“LS adalah pelaku kunci. Ia terlibat langsung dalam perekrutan dan transaksi. Perannya besar dalam sindikat ini, bahkan sudah masuk kategori kejahatan terorganisir lintas negara,” tegas Hendra.
Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa investigasi masih terus berjalan, dan tak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus ini.
Polda Jabar berkomitmen untuk mengungkap seluruh jaringan dan menyeret semua pelaku ke meja hijau. “Ini bukan sekadar kasus kriminal biasa. Ini bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan. Kami pastikan semua yang terlibat akan kami kejar sampai dapat,” pungkas Hendra.(San)
