Sampai Kapan Mangkrak? Drainase 400 Meter Lumpuhkan Rancaekek

Seorang anak sedang menyebrangi jembatan darutat dari kayu hasil swadaya warga yang kondisinya kian rapuh, sebab mangkraknya proyek normalisasi drainase DPUTR Kabupaten Bandung di Jalan Raya Rancaekek-Majalaya, wilayah Kampung Rancabatok, RW09 dan RW22, Desa Rancaekekwetan, Kecamatan Rancaekek. (Yanuar/Jabar Ekspres)
Seorang anak sedang menyebrangi jembatan darutat dari kayu hasil swadaya warga yang kondisinya kian rapuh, sebab mangkraknya proyek normalisasi drainase DPUTR Kabupaten Bandung di Jalan Raya Rancaekek-Majalaya, wilayah Kampung Rancabatok, RW09 dan RW22, Desa Rancaekekwetan, Kecamatan Rancaekek. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Bisa dimaklumi jika banyak pengusaha menutup kios dan tokonya. Soalnya, jembatan yang sudah dibongkar ditinggal begitu saja sehingga kumuh. Jembatan darurat pun tak bisa membantu,” ungkapnya.

Didin menyampaikan, saat ini warga terdampak proyek normalisas drainase yang mangkrak hanya bisa pasrah dan berharap, agar pengerjaan perbaikan dapat dilanjutkan.

“Ada info tapi belum pasti, proyek drainase akan dilanjutkan September (2025) mendatang. Warga meminta kelanjutan proyek segera jangan sampai September,” pungkasnya. (Bas)

0 Komentar