“Bisa dimaklumi jika banyak pengusaha menutup kios dan tokonya. Soalnya, jembatan yang sudah dibongkar ditinggal begitu saja sehingga kumuh. Jembatan darurat pun tak bisa membantu,” ungkapnya.
Didin menyampaikan, saat ini warga terdampak proyek normalisas drainase yang mangkrak hanya bisa pasrah dan berharap, agar pengerjaan perbaikan dapat dilanjutkan.
“Ada info tapi belum pasti, proyek drainase akan dilanjutkan September (2025) mendatang. Warga meminta kelanjutan proyek segera jangan sampai September,” pungkasnya. (Bas)
