Sosok Asep Gurwawan juga merupakan tokoh penting, baik dalam film dokumenter maupun pada pelestarian warisan budaya lokal, sebab dirinya merupakan pewaris otentik jurus Usik Sanyiru Padanan.
“Dia membagikan wawasan mendalam mengenai sejarah, filosofi gerakan, dan perjuangan pelestarian pencak silat tradisional di tengah tantangan zaman,” ujarnya.
Nugraha menerangkan, dalam pengabdian yang dilakukan melalui kolaborasi lintas bidang ini, melibatkan sejumlah akademisi dosen UNIBI.
Baca Juga:Desak Bulog Serap Tambahan Satu Juta Ton Beras, Ini Alasan Zulhas!Pria di Baleendah Tewas Dikeroyok, Polisi Lakukan Ekshumasi
“Peran penting juga diemban oleh Faisal Reza, yang menjadi pembimbing teknik penyusunan wawancara dalam kegiatan ini,” terangnya.
Nugraha menambahkan, dalam pengerjaan film dokumenter pengenalan sekaligus melestarikan warisan budaya lokal ini, peran Faisal dinilai mampu memberikan arahan kepada narasumber.
Arahan yang dimaksud, yakni mengenai fungsi dan strategi menjawab wawancara, agar data yang diperoleh memiliki kedalaman naratif dan kekuatan budaya.
“Wawancara dalam konteks budaya bukan hanya menggali cerita, tetapi menghidupkan kembali ruhnya,” tutur Nugraha.
“Turut serta dalam kegiatan ini adalah Anggita Lestari, yang merupakan dosen Prodi Ilmu Komunikasi UNIBI, kemudian Meti Agni Rizkiani, dan Raden Muhammad Luthfi Ferrari, selaku dosen Prodi Desain Komunikasi Visual UNIBI,” lanjutnya.
Nugraha menyampaikan, kegiatan PKM ini dilakukan melalui program pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), yang diselenggarakan oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) 2025.
“Hibah BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) dari Kemdikbudristek, melalui DRTPM tahun 2025. Rencananya, film dokumenter ini akan dirilis di kanal YouTube dan diajukan ke berbagai festival film budaya,” imbuhnya.
Baca Juga:Berjalan Dua Bulan, Nilai BSU Tembus Rp6,88 Triliun!Volume APBD Perubahan 2025 Bakal Naik jadi Rp32,82 Triliun, Efek Pemutihan Pajak?
“Harapannya, dokumentasi ini menjadi fondasi lahirnya Kampung Penca pertama di Jawa Barat sebagai destinasi wisata budaya yang berbasis kearifan lokal,” pungkas Nugraha. (Bas)
