“Jangan sampai dibangun dulu dan sebagainya, sebelum izin itu lengkap keluar, ‘kan begitu. Bayangkan kalau sekarang sudah jadi seperti itu (menara BTS sudah berdiri) jadinya sulit,” jelas Akur.
Menurutnya, kehadiran menara telekomunikasi yang berdiri tegak di Desa Mekarbakti tersebut, harus menjadi bahan evaluasi.
Sebab, ucap Akur, proses perizinan hingga koordinasi pihak terkait, menjadi faktor penting yang harus dilakukan dengan benar sesuai peraturan yang berlaku.
Baca Juga:KP2MI Beberkan Keuntungan Pekerja Migran Resmi, Bebas Bea Masuk hingga Rp50 JutaRealisasi Investasi Kuartal II 2025 Capai Rp475 Triliun, Melampaui Target!
“Oleh karena itu, untuk ke depannya harus ada koordinasi satu sama lain. Maka rapat kerja ini kita akan melihat nanti titik lemahnya dimana, kok bisa jadi seperti itu,” ucapnya.
Akur memaparkan, dalam rapat kerja yang akan melibatkan pihak-pihak terkait bersama Komisi 1 DPRD Kabupaten Sumedang itu, akan dijadwalkan secepatnya.
Ketika ditanya, apabila boleh melakukan pembangunan karena sudah mendapatkan rekomendasi, baik dari warga hingga dinas terkait meski PBG masih dalam proses alias belum keluar.
Akur menegaskan, perizinan secara lengkap sampai keluar PBG yang harus diutamakan, bukan membangun terlebih dahulu.
“Kalau PBG belum keluar apa sudah bisa dibangun? Makanya kita akan lihat dan akan kita cek, dimana ini titik kelemahannya. Kita segera akan sampaikan ke teman-teman di Komisi 1 untuk jadi bahan rapat kerja dengan pihak-pihak terkait,” tegasnya.
Akur mengungkapkan, karena menara BTS di Desa Mekarbakti ini sudah berdiri tegak, maka langkah yang harus diambil pun berbeda, dengan penanganan jika proyek masih di tahap awal.
Oleh karena itu, Komis 1 DPRD Kabupaten Sumedang akan memanggil pihak-pihak terkait untuk rapat kerja bersama, guna menentukan langkah apa yang tepat pada kasus seperti ini.
Baca Juga:Terindikasi Penipuan, Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Usaha OMC di IndonesiaLSM GBR Desak Wali Kota Copot Dirut RSUD Cibabat, Soroti Pelayanan Buruk dan Abaikan Surat Edaran Gubernur
“Harus dibedakan ketika sebelum dibangun seperti apa langkahnya, kalau sudah jadi juga seperti apa langkah yang bisa kita ambil,” ungkapnya.
Akur menyampaikan, rapat kerja bersama pihak terkait akan dijadwalkan secepatnya, dengan target sekira pekan depan dapat dilakukan, guna mengetahui permasalahan ada di bagian mana.
“Intinya, terima kasih atas pemberitaannya. Karena dari pemberitaan ini mendapatkan masukan yang berharga pada kami, sehingga kami juga harus melakukan evaluasi, apa yang sebenarnya terjadi di lapangan,” imbuhnya.
