JABAR EKSPRES – Kasus perdagangan bayi jaringan internasional yang dibongkar Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat pada Senin, 14 Juli 2025, terus dikembangkan.
Fakta mencengangkan terungkap: sindikat ini merekrut korban melalui media sosial, tepatnya dari sebuah grup Facebook bertema adopsi anak.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa modus para pelaku dimulai dari sebuah unggahan di Facebook. Salah satu pelaku, berinisial AF, merespons postingan tersebut dan mulai membangun komunikasi intensif dengan korban.
Baca Juga:Persib Tancap Gas! Latihan Fisik Digenjot, Pemusatan Latihan di Thailand Jadi Momen PemantapanHarga Tak Sesuai, Liverpool Ogah Jual Diaz
“Modus operandinya bermula dari kolom adopsi anak di Facebook. Dari sana, AF membagikan nomor ponselnya dan mulai menjalin komunikasi hingga mencapai kesepakatan,” ujar Hendra saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Rabu (16/7).
Korban, yang saat itu tengah hamil tua, dijanjikan bantuan persalinan. Bahkan, AF mengirim uang sebesar Rp600 ribu untuk membayar biaya bidan, dan menjanjikan Rp10 juta setelah bayi lahir.
“Korban mengira anaknya akan diadopsi secara legal karena disampaikan bahwa pelaku sudah menikah namun belum memiliki anak. Ternyata ini hanya bagian dari skenario sindikat,” jelasnya.
Hendra juga menambahkan bahwa komunikasi antara pelaku dan korban berlangsung dengan narasi penuh harapan, membuat korban tidak curiga. Transaksi pun terjadi tanpa melalui prosedur hukum yang semestinya.
Dalam perkembangan terbaru, polisi menetapkan satu tersangka tambahan, sehingga total pelaku yang ditangkap kini menjadi 13 orang. Pihak kepolisian juga tengah memburu anggota sindikat lain yang berada di Singapura.
Sebelumnya, 12 tersangka berhasil diamankan atas keterlibatan mereka dalam sindikat ini. Mereka berperan sebagai perekrut, perawat, pengatur transaksi, pembuat dokumen palsu, hingga pengirim bayi ke luar negeri.
“Ini adalah jaringan human trafficking dengan sistem rapi dan peran terstruktur. Salah satu tujuan pengiriman bayi adalah ke Singapura melalui Pontianak,” ungkap Hendra.
Baca Juga:Karangan Bunga dan Sepenggal Perasaan, Cara Unik Persib Umumkan Frans PutrosKetua DPRD Jabar Ingatkan Soal Serapan Anggaran, Peringatan Dini bagi Pemprov Usai Disentil Mendagri
Pengungkapan ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran adopsi yang beredar di media sosial. Polisi pun memastikan akan terus menelusuri jaringan ini hingga ke akar-akarnya.(San)
